kbeonline.id – Kemenangan meyakinkan 4-0 atas Persis Solo jadi sinyal bahwa Persija Jakarta belum kehabisan bensin di akhir musim BRI Super League 2025-2026. Di balik hasil tersebut, pelatih Mauricio Souza punya satu pesan sederhana tapi kuat: akhiri musim dengan terhormat.
Wajah Baru Persija
Jika di dua laga sebelumnya Persija terlihat agak monoton dan kesulitan membongkar pertahanan lawan, kali ini ceritanya berbeda. Permainan mereka jauh lebih hidup. Aliran bola mengalir dari berbagai sisi, variasi serangan lebih berani, dan yang paling terasa—penyelesaian akhir jauh lebih tajam.
Empat gol yang dicetak lewat Allano Lima, Jean Mota, Paulo Ricardo, dan Gustavo Almeida datang dari situasi yang berbeda. Ini jadi bukti bahwa Persija mulai menemukan kembali kreativitasnya di lini serang.
Baca Juga:Hasil Super League: Bali United Tampil Efisien, PSM Makassar Tumbang 2-0Hasil Super League: Persija Mengamuk di GBK, Persis Dihajar Empat Gol Tanpa Balas
Target Sederhana, Tapi Bermakna
Mauricio tidak bicara muluk soal gelar. Fokusnya justru lebih membumi: memberikan yang terbaik hingga akhir musim sebagai bentuk tanggung jawab kepada suporter.
“Apa yang saya tekankan ke pemain adalah kami harus mengakhiri kompetisi ini dengan terhormat. Suporter selalu mendukung kami, jadi kami ingin membalasnya dengan performa terbaik,” ujarnya.
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana, tapi dalam konteks kompetisi ketat, itu menunjukkan arah yang jelas—main maksimal di setiap laga.
Empat Laga Penentuan
Persija masih punya empat pertandingan tersisa yang semuanya tidak bisa dianggap enteng. Mereka akan menghadapi Persijap Jepara (4/5/2026), kemudian laga panas kontra Persib Bandung (10/5/2026), lanjut tandang ke Persik Kediri (16/5/2026), dan menutup musim melawan Semen Padang FC (23/5/2026).
Rangkaian laga ini bisa dibilang sebagai “ujian akhir” bagi konsistensi Persija.
Fokus pada Diri Sendiri
Soal persaingan dengan Borneo FC dan Persib dalam perebutan gelar, Mauricio memilih tidak terlalu memikirkannya. Ia lebih ingin timnya fokus pada apa yang bisa mereka kontrol: performa di lapangan.
Menurutnya, jika Persija mampu menyapu bersih sisa laga, hasil akhir akan mengikuti dengan sendirinya.
Baca Juga:Hasil Super League: Persebaya Pesta Gol, Arema FC Tumbang 0-4 di BaliBukan Individu, Kolektivitas Jadi Kunci Arema Hadapi Persib di GBLA
Menutup Musim dengan Cerita Baik
Di fase seperti ini, bukan cuma soal posisi akhir di klasemen. Tapi juga bagaimana sebuah tim menutup musim—dengan semangat, konsistensi, dan rasa hormat pada suporter.
