kbeonline.id – Suasana ruang kelas modern di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia Purwakarta siang itu terasa berbeda. Puluhan peserta tampak antusias, sebagian sibuk mencatat, lainnya fokus menyimak setiap penjelasan yang disampaikan. Di tengah perubahan digital yang semakin cepat dan kewajiban sertifikasi halal yang kian diperketat, banyak pelaku usaha mulai mencari arah agar bisnisnya tetap berkembang.
Jawaban atas kebutuhan tersebut dihadirkan melalui seminar bertajuk Wirausaha Berbasis Teknologi Wajib Halal 2026 Strategi Tepat UMKM Naik Kelas dan Terpercaya yang digelar pada Kamis, 16 April 2026 di Smart Classroom, Gedung 4 Lantai 3 UPI Purwakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung oleh Dana Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan UPI Tahun 2026 sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara akademisi dan praktisi usaha.
Seminar ini digagas oleh Dian Permata Sari, S.Kom., M.Kom bersama tim akademisi lintas institusi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari tugas akademik program studi profesi keinsinyuran di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Maria A.K., M.Kom., IPU., ASEAN.Eng. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Baca Juga:Komisi II DPRD Desak Evaluasi Total Pengelolaan Pasar Cikampek I oleh PT Celebes Syal Khusus Jadi Identitas Penyelamat Jamaah Haji Karawang
Sekitar 60 peserta hadir dalam kegiatan ini yang terdiri dari mahasiswa calon wirausaha dan pelaku UMKM di sekitar lingkungan kampus. Komposisi ini menghadirkan diskusi yang hidup. Mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia usaha, sementara pelaku UMKM memperoleh wawasan baru terkait pemanfaatan teknologi dalam pengembangan bisnis.
Acara dimulai sejak pukul 13.00 WIB dengan proses registrasi dan dilanjutkan pembukaan resmi pada pukul 13.30 WIB. Rangkaian pembukaan berlangsung khidmat dengan sambutan, doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Prof. Yayan menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha terutama dalam menghadapi kewajiban sertifikasi halal yang kini menjadi standar penting di pasar.
Momentum semakin kuat ketika perwakilan UMKM mitra turut berbagi pengalaman lapangan. Mereka menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam proses sertifikasi halal serta kebutuhan akan pendampingan berbasis teknologi yang masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku usaha.
