KBEonline.id – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, secara resmi melepas keberangkatan 444 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 9 JKS asal Kabupaten Karawang. Syal Khusus Jadi Identitas Penyelamat Jamaah Haji Karawang.
Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat ini menandai keberangkatan gelombang kedua jemaah asal Karawang menuju tanah suci.
Meski awalnya dijadwalkan memberangkatkan 445 orang, satu jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Baca Juga:Endang Sodikin Berharap Kebijakan Ketenagakerjaan Karawang Selaras Astacita Presiden PrabowoBenang Gelas Layangan Telan Korban Jiwa, Bupati Aep Siapkan Aturan Tegas Soal Hiburan Rakyat yang Berbahaya
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Karawang, Rojak, mengonfirmasi bahwa jemaah yang batal berangkat tersebut saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Faktor usia yang sudah lanjut dan keterbatasan fisik untuk berjalan menjadi alasan utama penundaan demi keselamatan jemaah tersebut.
Pihak PPIH terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan yang bersangkutan.
Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus bagi para tamu Allah ini dengan memfasilitasi 11 bus rombongan dan satu bus cadangan untuk perjalanan menuju embarkasi. Selain akomodasi, setiap jemaah juga dibekali dengan syal identitas berwarna khas Kabupaten Karawang.
Langkah ini diambil sebagai strategi antisipasi mengingat banyaknya jemaah lanjut usia yang rentan terpisah dari rombongan saat berada di Arab Saudi.
Bupati Aep Syaepuloh menekankan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang menuntut ketahanan fisik luar biasa. Oleh karena itu, selain kesiapan mental, persiapan fisik menjadi kunci utama bagi para jemaah.
Pemberian syal bukan sekadar aksesori, melainkan instrumen penting untuk mempermudah identifikasi dan pemberian bantuan antarsesama jemaah di tengah jutaan orang.
Baca Juga:Cikarang Kirim Buruh Terbanyak, 18.860 Buruh Bergerak ke Monas TRAGIS! Terjerat Benang Layangan Tajam, Buruh di Ciampel Meninggal Dunia di Atas Motor
“Syal ini dipergunakan nanti di sana. Kan ada beberapa jemaah kita itu yang lanjut usia, jadi takut terpisah atau barangkali kalau nanti butuh bantuan, orang lain juga melihat ada ciri khas syal dari Kabupaten Karawang, jadi bisa dibantu oleh para jemaah lainnya,” ujar Aep, Jumat (1/5).
Terkait jemaah yang jatuh sakit, pihak berwenang membuka kemungkinan untuk memberangkatkannya pada kloter terakhir, yakni kloter 27 JKS, apabila kesehatan yang bersangkutan pulih dalam sepekan ke depan.
Namun, jika hasil observasi medis menyatakan jemaah tetap tidak memenuhi syarat kesehatan (istitha’ah), maka keberangkatannya akan ditunda hingga tahun depan. Dalam kondisi medis tertentu, posisi jemaah tersebut bahkan dapat digantikan oleh ahli waris.
