kbeonline.id – Pekan ke-30 BRI Super League 2025-2026 benar-benar menyajikan drama penuh tensi tinggi. Persaingan menuju gelar juara kini memasuki fase paling menentukan, dengan Persib Bandung dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 69 poin di puncak klasemen.
Persib menunjukkan mentalitas juara saat bertandang ke markas Bhayangkara FC. Sempat tertinggal dua gol, Maung Bandung bangkit dengan luar biasa dan menang 4-2. Salah satu momen penting datang dari gol Beckham Putra yang menjadi titik balik kebangkitan tim.
Di sisi lain, Borneo FC tampil konsisten dan tak kalah solid. Kemenangan tipis 1-0 atas Persik Kediri cukup untuk menjaga asa juara tetap hidup. Pesut Etam bahkan menyamai selisih gol Persib, membuat persaingan semakin panas dan sulit diprediksi.
Baca Juga:Empat Laga Penentu, Sandro Yakin Madura United SelamatHasil Super League: Remontada Gila! Persib Hajar Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak
Empat Laga Penentu Segalanya
Dengan hanya empat pertandingan tersisa, setiap poin kini terasa seperti emas. Baik Persib maupun Borneo FC tak punya ruang untuk terpeleset. Satu hasil imbang saja bisa menjadi pembeda besar dalam perebutan trofi musim ini.
Konsistensi, mental, dan kedalaman skuad akan menjadi faktor kunci. Kedua tim kini bukan hanya bersaing dengan lawan, tetapi juga dengan tekanan dan ekspektasi tinggi dari suporter masing-masing.
Malut United Ukir Sejarah
Di tengah panasnya perebutan gelar, Malut United mencuri perhatian dengan kemenangan paling mencolok musim ini. Mereka menghancurkan PSBS Biak dengan skor telak 7-0, mencatatkan rekor kemenangan terbesar di Super League 2025/2026.
David da Silva menjadi bintang dengan torehan dua gol, sekaligus memperlihatkan ketajaman lini serang Malut United yang sulit dibendung. Hasil ini juga mempertegas posisi mereka sebagai salah satu tim paling produktif di liga saat ini.
Derbi Jatim Berakhir Sepihak
Laga panas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya justru berakhir timpang. Bajul Ijo tampil dominan dan menang telak 4-0 atas rival abadinya.
Kemenangan ini bukan hanya soal gengsi, tetapi juga mengangkat posisi Persebaya ke papan atas klasemen. Sebaliknya, Arema FC harus menelan pil pahit dan segera melakukan evaluasi besar.
