Persoalan antrean haji yang panjang juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Karawang. Saat ini, masa tunggu jemaah haji di wilayah ini mencapai 25 hingga 26 tahun bagi masyarakat yang baru mendaftar.
Tingginya antusiasme masyarakat Karawang tidak sebanding dengan kuota yang tersedia, meski Karawang termasuk daerah yang mendapatkan alokasi jemaah cukup besar.
Aep membandingkan kuota Karawang yang mencapai sekitar 2.000 jemaah dengan daerah lain yang jumlahnya lebih sedikit. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil terobosan bersama Kementerian Agama untuk mengakomodasi minat berhaji yang sangat luar biasa di Kabupaten Karawang.
Baca Juga:Endang Sodikin Berharap Kebijakan Ketenagakerjaan Karawang Selaras Astacita Presiden PrabowoBenang Gelas Layangan Telan Korban Jiwa, Bupati Aep Siapkan Aturan Tegas Soal Hiburan Rakyat yang Berbahaya
Pemda berkomitmen untuk terus berupaya mengusulkan peningkatan kuota agar durasi antrean tidak semakin membengkak.
“Kami tadilah upaya pemerintah daerah bahwa jemaah haji Kabupaten Karawang ini kan antusiasnya sangat luar biasa. Kita alhamdulillah ini sampai 2.000. Jadi mudah-mudahan tahun depan juga semakin banyak. Jadi antreannya biar tidak terlalu panjang,” tegas Aep.
Sebelum mengakhiri prosesi pelepasan, Bupati dan jajaran PPIH mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kekuatan dan keselamatan hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan juga mengingatkan para ahli waris bahwa jika terjadi kendala kesehatan yang permanen, sistem penggantian jemaah sudah diatur secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Rombongan Kloter 9 JKS ini resmi diberangkatkan tepat pada pukul 10.00 WIB dengan iring-iringan bus yang tertib. Suasana haru menyelimuti pelepasan tersebut saat bus mulai meninggalkan lokasi, membawa harapan besar dari keluarga dan masyarakat Karawang agar perjalanan ibadah para jemaah berjalan lancar tanpa hambatan berarti.(aufa)
