Momentum semakin kuat ketika perwakilan UMKM mitra turut berbagi pengalaman lapangan. Mereka menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam proses sertifikasi halal serta kebutuhan akan pendampingan berbasis teknologi yang masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku usaha.
Pada satu kasus dikegiatan seminar dan workshop, curhatan pelaku umkm (Irma Vitaloka) yang bergerak menjalankan usaha catringnya selama 10 tahun masih bingung dalam mendapatkan sertifikasi halal yang diajukan sejak lama namun belum terbit. Harapan pelaku usaha UMKM dengan adanya kegiatan ini dapat membantu permasalahan pada UMKM yang mau mendaftarkan produknya tersertifikasi halal.
Memasuki sesi inti, Dian Permata Sari menyampaikan materi tentang konsep wirausaha berbasis teknologi dalam konteks industri halal. Ia menjelaskan bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jangkauan pasar, serta membangun kepercayaan konsumen. Penekanan pada transparansi dan kepatuhan terhadap standar halal menjadi poin penting dalam pengembangan usaha modern.
Baca Juga:Komisi II DPRD Desak Evaluasi Total Pengelolaan Pasar Cikampek I oleh PT Celebes Syal Khusus Jadi Identitas Penyelamat Jamaah Haji Karawang
Sesi berikutnya menghadirkan Firah mawaddah. SE bersama tim dari Lembaga Halalmu yang membahas proses pengajuan sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha atau NIB. Penjelasan disampaikan secara sistematis sehingga peserta dapat memahami alur administrasi dengan lebih mudah. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung proses pengajuan NIB sehingga memberikan pengalaman yang aplikatif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan aktif dan interaksi antara calon wirausahawan muda serta pelaku UMKM menciptakan pertukaran ide yang konstruktif. Hal ini menjadi nilai tambah yang memperkuat tujuan kegiatan sebagai ruang belajar bersama.
Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Sosialisasi dan workshop ini menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM untuk berkembang menjadi usaha yang lebih modern, berbasis teknologi, serta memenuhi standar halal yang berlaku.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama. Kegiatan ini memberikan gambaran bahwa masa depan UMKM sangat ditentukan oleh kesiapan dalam memanfaatkan teknologi dan membangun kepercayaan konsumen secara berkelanjutan.
(Lili)
