KBEONLINE.ID – Timnas Indonesia akhirnya menghadapi ujian yang jauh lebih berat pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026. Setelah melewati dua pertandingan dengan hasil meyakinkan, kemenangan 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste, skuad Garuda kini harus berhadapan dengan Vietnam pada Senin, 3 Agustus 2026. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.30 WIB di Stadion Pakansari, Bogor, ini berpotensi menjadi pertandingan paling menentukan untuk melihat seberapa jauh kualitas Indonesia ketika menghadapi lawan yang memiliki organisasi permainan lebih matang.
Dua kemenangan sebelumnya memang membuat posisi Indonesia sangat menjanjikan. Ketika menghadapi Kamboja, permainan Garuda terlihat berjalan sangat baik, agresif, dan klinis. Indonesia mampu memanfaatkan peluang dengan efektif sekaligus memperlihatkan kualitas permainan yang membuat kemenangan 5-1 terasa pantas. Namun, cerita berbeda muncul ketika pelatih melakukan rotasi menghadapi Timor Leste. Indonesia memang tetap menang 3-0, tetapi permainan tidak semulus laga sebelumnya dan gol baru datang pada 30 menit terakhir pertandingan.
Situasi tersebut kemudian memunculkan satu pertanyaan besar yang belum benar-benar terjawab. Indonesia memang mampu menghancurkan lawan yang memberikan ruang, tetapi bagaimana jika lawan memilih bertahan sangat dalam dan menutup seluruh jalur menuju kotak penalti? Persoalan menghadapi low block inilah yang bisa menjadi tantangan besar ketika Vietnam datang ke Pakansari. Apalagi Vietnam merupakan juara bertahan Piala AFF dan memiliki pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
Baca Juga:Layar Digi Alfamart Hadir di Karawang : Nonton Micro Cinema Saat Trial Opening 2–3 Agustus Cuma Rp15 Ribu5 Sepatu Bola Lokal Murah Berkualitas yang Siap Tempur di Liga Tarkam Agustusan dan Harga Mulai Rp175 Ribuan
Indonesia Tampil Tajam Lawan Kamboja Tetapi Kesulitan Membongkar Timor Leste
Kemenangan 5-1 atas Kamboja menjadi salah satu gambaran terbaik mengenai potensi permainan Timnas Indonesia di turnamen ini. Garuda mampu bermain agresif dan memanfaatkan peluang dengan baik. Kombinasi antara pergerakan pemain depan, suplai dari lini tengah, serta tekanan terhadap pertahanan lawan membuat Indonesia terlihat jauh lebih dominan. Ketika lawan memberikan ruang untuk dieksploitasi, para pemain Indonesia mampu memperlihatkan kualitas teknis dan kecepatan yang menjadi senjata utama.
Situasi kemudian berubah saat menghadapi Timor Leste. Rotasi yang dilakukan ternyata tidak memberikan dampak seperti yang diharapkan. Beberapa pemain lapis kedua yang mendapatkan kesempatan tampil justru dinilai belum mampu menjaga kualitas permainan pada level yang sama. Nama seperti Brian Fatari, Wahyu Prasetyo, dan Raihan Hanan menjadi sorotan dalam analisis yang dibahas kanal Garuda Exclusive Story karena performanya dianggap belum sesuai ekspektasi.
