Kisah Sukinah dan Limbah Rajungan, dari Masalah Pesisir Menjadi Solusi Pertanian

PHE ONWJ
Hasil pupuk Banyu Subur yang mampu mendongkrak panen gabah petani.
0 Komentar

Dari uji coba percontohan di area persawahan Desa Sukajaya, catatan panen menunjukkan bahwa pemberian suplemen pupuk Banyu Subur mampu mendongkrak hasil panen gabah petani. Kabar baiknya lagi, para petani bisa menghemat pengeluaran karena pupuk cair ini mampu menggantikan sebagian dosis pupuk kimia.

“Temuan di lapangan menunjukkan bahwa menyubstitusi separuh dosis pupuk standar dengan Banyu Subur justru melipatgandakan serapan unsur hara vital seperti nitrogen, fosfor, dan kalsium, sehingga padi tumbuh dengan tingkat produktivitas yang mengesankan dan menghasilkan kualitas beras premium,” ujar In-in.

Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ, R. Ery Ridwan, mengatakan, “Transformasi limbah cangkang rajungan menjadi pupuk organik cair Banyu Subur ini adalah upaya inovatif, yang tidak saja menjadi solusi atas krisis lingkungan, tapi juga memberikan nilai tambah.”

Baca Juga:Solidaritas Lewat Distorsi, NOEND Siap Panaskan Panggung May Day di Depan DPR RIBapenda Karawang Gencarkan Sosialisasi, Ajak Warga Bayar PBB Tepat Waktu Lewat Spanduk dan Kanal Digital

Ery melanjutkan bahwa dampak yang dihasilkan program ini menyentuh aspek fundamental kesejahteraan petani.

“Kami melihat statistik yang sangat menggembirakan di lapangan, di mana efektivitas produksi gabah melonjak 33 persen sementara beban operasional petani terpangkas 11 persen. Harapan kami, pendekatan ekonomi sirkular yang kami usung mampu memutus rantai ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang mahal, sekaligus memulihkan ekosistem pesisir dari polusi amonia limbah rajungan,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Ery berharap Banyu Subur menjadi prototipe bagi desa-desa pesisir lainnya di Indonesia. “Kami bermimpi model keberhasilan di Karawang ini bisa direplikasi di titik-titik pesisir lain di Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa dengan keberpihakan yang tepat dan semangat gotong royong, tantangan ekologi seberat apa pun bisa kita jinakkan menjadi peluang ekonomi biru yang tangguh.

PHE ONWJ akan terus mendampingi hingga program ini benar-benar menjadi warisan yang kokoh bagi ketahanan pangan dan kelestarian bumi pertiwi,” pungkasnya. (*)

0 Komentar