Sehari Full Healing di Subang: Pagi Bermain Air Pegunungan, Siang Kuliner Sunda, Sore Bersantai di Kebun Teh

Kebun Teh Jalan Cagak
Kebun Teh Jalan Cagak
0 Komentar

Aroma harum daun pisang pada nasi timbel menjadi salah satu daya tarik utama menu tersebut. Sambal dadaknya pun terasa pedas segar dan sangat cocok disantap bersama lauk hangat.

Selain nasi timbel, sop iga bakar juga menjadi menu favorit pengunjung. Daging iga yang empuk dipadukan dengan kuah sop hangat menghadirkan rasa gurih yang pas disantap di udara dingin Ciater.

Bagi pencinta sayuran khas Sunda, pencok kacang panjang dan sayur asem di tempat ini juga wajib dicoba. Perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit manis membuat menu sederhana tersebut terasa sangat nikmat saat disantap bersama nasi panas.

Baca Juga:Rekomendasi Liburan di Alun-alun Subang : Wisata Murah Meriah Dengan Kuliner LegendarisSiapa yang Suka Ubi Cilembu? Ternyata Asalnya Dari Desa di Jawa Barat yang Punya Panorama Indah

Menariknya lagi, setiap meja biasanya mendapatkan teh tawar panas gratis sebagai pelengkap makan bersama keluarga.

Dengan harga yang masih terjangkau, banyak wisatawan menilai Rumah Makan Pulen Palasari cocok menjadi tempat istirahat setelah lelah bermain air sebelum melanjutkan perjalanan wisata berikutnya.

Sore Hari Healing di Tengah Kebun Teh Jalan Cagak

Setelah menikmati makan siang, perjalanan kemudian dapat dilanjutkan menuju kawasan Kebun Teh Jalan Cagak yang hanya berjarak sekitar sembilan menit dari Rumah Makan Pulen Palasari.

Kawasan ini kini menjadi hidden gem baru di Subang karena menawarkan suasana santai di tengah hamparan perkebunan teh yang luas dan hijau. Berbeda dengan kawasan wisata modern, tempat ini menawarkan pengalaman sederhana namun justru terasa lebih menenangkan.

Sepanjang jalan desa menuju area kebun teh, pengunjung akan menemukan banyak pedagang makanan dan minuman yang berjajar di pinggir jalan. Sebagian besar pengunjung memilih duduk lesehan di bawah pepohonan atau di sela tanaman teh sambil menikmati suasana pegunungan.

Saat sore hari, udara di kawasan ini terasa sangat sejuk. Angin pegunungan bertiup cukup kencang hingga membuat suasana nongkrong terasa semakin nyaman.

Salah satu kuliner yang paling terkenal di kawasan ini adalah sate maranggi dengan harga hanya sekitar Rp2 ribu per tusuk. Meski murah, ukuran potongan dagingnya cukup besar sehingga banyak pengunjung rela mengantre untuk mencicipinya.

Baca Juga:KOPRI PMII Karawang Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo PatiKenapa Hari Jumat Sangat Spesial Bagi Umat Islam? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Selain sate maranggi, tersedia pula berbagai jajanan lain seperti bakso, nasi timbel, spaghetti, potato ball, hingga minuman segar seperti es kelapa alpukat.

0 Komentar