Siapa yang Suka Ubi Cilembu? Ternyata Asalnya Dari Desa di Jawa Barat yang Punya Panorama Indah

Di balik manis legit Ubi Cilembu
Di balik manis legit Ubi Cilembu yang terkenal hingga seluruh Indonesia, ternyata tersimpan kisah tentang sebuah desa pegunungan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang hidup dari hasil bumi dan keindahan alamnya.
0 Komentar

Perjalanan melintasi Dusun Ciakar, Sukaherang, hingga Dangdeur memperlihatkan bagaimana kehidupan pedesaan masih terasa sangat hangat. Anak-anak terlihat bermain di sekitar jalan desa, sementara para petani sibuk mengurus kebun dan membawa hasil panen menggunakan kendaraan sederhana. Keberadaan musala kayu kecil di pinggir jalan bahkan menghadirkan nuansa nostalgia khas kampung Sunda tempo dulu.Meski berada di wilayah pegunungan, akses jalan di desa ini sudah cukup baik dengan kondisi aspal yang mulus. Namun medan ekstrem berupa tanjakan curam dan turunan tajam tetap menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara. Jalur tersebut setiap hari digunakan warga untuk membawa hasil panen menuju pasar di kawasan bawah Sumedang.

Jalur Alternatif Cadas Pangeran yang Jadi Urat Nadi Petani

Salah satu hal menarik dari kawasan ini adalah adanya jalur alternatif yang terhubung dengan wilayah bawah Cadas Pangeran menuju Tanjungsari. Jalur tersebut menjadi akses penting bagi kendaraan pengangkut hasil bumi agar tidak perlu memutar terlalu jauh. Truk-truk kecil pengangkut ubi dan jagung terlihat rutin melintas di jalan pegunungan tersebut.

Walaupun kondisi jalannya sudah beraspal, pengendara tetap harus berhati-hati karena banyak tikungan tajam dan turunan panjang yang cukup ekstrem. Tidak sedikit pengendara motor yang memilih berhenti sejenak untuk mendinginkan rem sebelum melanjutkan perjalanan ke arah bawah. Medan inilah yang membuat perjalanan menuju Desa Cilembu terasa menantang sekaligus memanjakan mata.

Baca Juga:KOPRI PMII Karawang Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo PatiKenapa Hari Jumat Sangat Spesial Bagi Umat Islam? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Selain panorama perbukitan hijau, kawasan ini juga memiliki sumber air pegunungan yang sangat melimpah. Warga memanfaatkan mata air alami dengan menyambungkan pipa paralon langsung ke rumah-rumah mereka. Air bersih mengalir tanpa henti sepanjang tahun dan menjadi salah satu kekayaan alam paling penting bagi kehidupan masyarakat desa.

Harga Ubi Cilembu 2026 dari Mentah hingga Oven Madu

Popularitas Ubi Cilembu membuat permintaan pasar terus meningkat dari tahun ke tahun. Harga ubi mentah ukuran kecil atau pilus saat ini berkisar antara Rp4.500 hingga Rp9.000 per kilogram. Untuk ukuran sedang, harga berada di kisaran Rp10.000 sampai Rp18.000 per kilogram tergantung kualitas dan musim panen.Sementara itu, ubi ukuran besar atau kategori super dijual lebih mahal dengan harga mencapai Rp18.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Produk organik tertentu bahkan bisa menyentuh angka Rp40 ribuan per kilogram karena dianggap memiliki kualitas premium dan rasa yang lebih manis alami.Untuk ubi yang sudah dioven atau dibakar, harga jualnya lebih tinggi karena proses pemanggangan membutuhkan waktu cukup lama agar cairan madu keluar sempurna dari dalam umbi. Harga Ubi Cilembu oven saat ini berkisar antara Rp28.000 hingga Rp45.000 per kilogram dan menjadi pilihan favorit banyak orang untuk dinikmati saat cuaca dingin.

0 Komentar