SIAP-SIAP, DPPKB Karawang Siapkan 50 SMP Melalui Program Sekolah Siaga Kependudukan

ssk
Siswa SMP siap ikuti Program SSK.
0 Komentar

KBEonline.id — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang terus berkomitmen memperluas jangkauan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Setelah sebelumnya sukses menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MOU) dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IV Jawa Barat untuk tingkat SMA, kini fokus pengembangan diarahkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).Langkah strategis ini diambil guna menanamkan kesadaran pem Pem pem Pem pem kependudukan sejak usia remaja.

Kabid Pengendalian Penduduk, Advokasi, Data dan Informasi (PPADI) DPPKB Karawang, Oji Sahroji, menyatakan bahwa saat ini terdapat empat sekolah pionir yang menjadi fokus utama dalam mempertahankan mutu program SSK.

Baca Juga:Kisruh Tiada Akhir Pengelolaan Pasar Cikampek, Tim Retribusi Pertanyakan Status Kerja dan Hak PekerjaDukungan Makin Kuat, DPRD Desak Percepatan Penataan Aset dan Relokasi SDN Adiarsa Timur 1

Sekolah-sekolah tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis, di antaranya berada di Kecamatan Cikampek, Pedes, Tegalwaru, serta SMA Negeri 3 Karawang.Keempat wilayah ini diproyeksikan menjadi percontohan awal bagi sekolah lainnya.

“Pertama, kalau misalnya kita mempertahankan yang ini dulu ya. Ada beberapa kita sengaja SSK itu ada yang di Cikampek, ada di Pedes, ada di Karawang (SMA 3), ada di Tegalwaru. Nah, mereka sebagai loka-loka pionirlah,” ujar Oji Sahroji, Selasa (19/5).

Sebagai bagian dari rencana perluasan wilayah, DPPKB Karawang dalam waktu dekat juga akan menambah satu sekolah pionir baru di kawasan Telukjambe. Dengan penambahan ini, total sekolah pionir di Karawang genap menjadi lima sekolah.

Penambahan lokasi baru ini sengaja ditempatkan di wilayah yang berbeda agar proses pemerataan informasi kependudukan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Melalui keberadaan lima sekolah pokok tersebut, DPPKB Karawang menerapkan sistem pengimbasan. Setiap sekolah pionir diwajibkan untuk mengajak dan mengimbas minimal 10 sekolah lain, baik di tingkat SMP maupun SMA di wilayah sekitar mereka. Melalui strategi multiplikasi ini, Oji Sahroji menargetkan akan ada total sekitar 50 sekolah di Karawang yang ikut serta mengimplementasikan program SSK tahun ini.

Untuk mendukung akselerasi program di tingkat SMP, DPPKB Karawang menjadwalkan peluncuran kerja sama formal dengan Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kabupaten Karawang pada tanggal 26 mendatang.

0 Komentar