Kerja sama ini dinilai sangat krusial karena KCD Pendidikan memiliki kewenangan di ranah provinsi untuk tingkat SMA, sementara untuk menyentuh level SMP dibutuhkan sinergi langsung dengan dinas pendidikan di tingkat kabupaten.
Oji Sahroji menjelaskan bahwa pentingnya program SSK bagi sekolah bukan berarti menambah beban dengan memunculkan mata pelajaran baru. Sebaliknya, materi kependudukan ini akan disisipkan atau diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Melalui metode pengintegrasian ini, para siswa dapat memahami isu-isu kependudukan secara natural tanpa mengganggu kurikulum utama sekolah.
“Jadi tidak ada semacam pelajaran baru SSK, enggak. Jadi mata pelajaran yang ada disisipi, disisipkan tentang kependudukan dan keluarga berencananya gitu,” jelas Oji
Baca Juga:Kisruh Tiada Akhir Pengelolaan Pasar Cikampek, Tim Retribusi Pertanyakan Status Kerja dan Hak PekerjaDukungan Makin Kuat, DPRD Desak Percepatan Penataan Aset dan Relokasi SDN Adiarsa Timur 1
Secara konkret, materi kependudukan akan masuk ke dalam beberapa mata pelajaran inti seperti Biologi yang membahas tentang reproduksi sehat, Geografi, serta Pendidikan Agama yang mengulas tata krama dan hubungan keluarga.
Selain itu, program SSK juga menjadi wadah preventif bagi sekolah untuk mengedukasi siswa mengenai bahaya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba (napza), hingga pencegahan seks bebas. (aufa)
