Setelah intervensi berjalan, tim melakukan tahap evaluasi berupa monitoring ketat terhadap konsumsi TTD dan susu kedelai selama 7 hari, dilanjutkan dengan pengukuran kadar hemoglobin ke-2. Hasilnya sangat memuaskan; dari 31 santriwati yang semula menderita anemia, sebanyak 29 orang berhasil kembali ke kadar hemoglobin normal, sementara 2 orang lainnya menunjukkan progres positif dengan mengalami kenaikan status dari anemia berat menjadi anemia ringan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal yang murah seperti kedelai sangat efektif dalam menekan angka anemia di lingkungan pesantren.(aufa)
Tekan Angka Anemia, Santriwati Ponpes Sumber Barokah Karawang Dilatih Buat Susu Kedelai Kaya Zat Besi
