Tekan Angka Anemia, Santriwati Ponpes Sumber Barokah Karawang Dilatih Buat Susu Kedelai Kaya Zat Besi

Santriwati Ponpes Sumber Barokah Karawang
Tekan Angka Anemia, Santriwati Ponpes Sumber Barokah Karawang Dilatih Buat Susu Kedelai Kaya Zat Besi. -KBE
0 Komentar

Jika tidak ditangani, anemia dapat membawa risiko besar saat mereka kelak hamil dan melahirkan, seperti memicu pertumbuhan janin terhambat, bayi lahir prematur, hingga berat badan lahir rendah (BBLR).

“Anemia yang diabaikan sejak remaja bahkan dapat meningkatkan risiko stunting pada anak yang dilahirkan nanti, serta memperbesar risiko kematian ibu akibat perdarahan saat melahirkan,” tambah Ugi.

Untuk memetakan kondisi riil di lapangan, tim medis melakukan pemeriksaan hemoglobin ke-1 terhadap 100 orang santriwati di Pondok Pesantren Sumber Barokah. Hasil pemeriksaan menunjukkan data yang cukup mengejutkan, di mana sebanyak 31 orang santriwati terdeteksi mengalami anemia. Temuan ini mempertegas urgensi dari program intervensi gizi yang dibawa oleh tim pengabdian masyarakat guna memulihkan status kesehatan para santriwati tersebut.

Baca Juga:Dimeriahkan 31 Tim SSB, Liga Jabar Istimewa U10 Regional Purwasukasi Sukses DigelarOptimalkan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin, Poltekkes Bandung Tingkatkan Kapasitas Tim Pendamping

Sebagai langkah konkret penanggulangan, para peserta yang terdiri dari pengurus pondok dan santriwati langsung dilatih dalam praktik pembuatan susu kedelai. Mereka diajarkan seluruh tahapan produksi secara higienis, mulai dari menyortir biji kedelai pilihan, merendam, memblender, merebus, hingga menyaring ampasnya hingga menjadi susu kedelai yang lezat dan layak konsumsi. Melalui pelatihan ini, pihak pesantren diharapkan dapat memproduksi susu kedelai secara mandiri sebagai menu tambahan berkala.

Susu kedelai dipilih karena bahan pangan nabati ini sangat kaya nutrisi, meskipun zat besi dari pangan hewani seperti hati ayam dan daging sapi dinilai lebih mudah diserap oleh tubuh. Tidak hanya mengandalkan asupan makanan harian, tim pengabdian masyarakat juga memberikan intervensi medis langsung berupa pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) serta susu kedelai bagi 31 santriwati yang terkonfirmasi mengalami anemia. Kombinasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan hemoglobin dalam darah.

Dalam pelaksanaannya, pemberian TTD ini merujuk pada standar aturan medis yang berlaku. Berdasarkan kandungan standar, setiap satu Tablet Tambah Darah mengandung senyawa zat besi yang setara dengan 60 mg besi elemental dan 400 mcg asam folat. Ugi Sugiarsih mengingatkan santriwati agar meminum tablet ini seminggu sekali setelah makan dengan air putih atau air jeruk, serta sangat melarang meminumnya bersamaan dengan teh, susu, atau kopi karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

0 Komentar