Profil Haji Budi: Pengusaha Limbah Putra Abah Kunang yang Siap Maju di Pilkades Sukadami 2026

Haji Budi Calon Kepala Desa Sukadami
Bursa calon Kepala Desa di Kabupaten Bekasi, Haji Budi putra Abah Kunang siap nyalon Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan
0 Komentar

KBEONLINE.ID CIKARANG SELATAN – 154 Desa di Kabupaten Bekasi akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan di gelar pada 20 September 2026. Satu diantaranya Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan.

Bursa pencalonan Calon Kepala Desa di Kabupaten Bekasi saat ini diramaikan oleh figur petahana dan penantang baru yang mulai turun ke masyarakat. Satu diantaranya Tri Budi Utomo.

Tri Budi Utomo meksi baru terjun ke dunia politik, namun sosoknya tidak asing bagi masyarakat sukadami. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha limbah ini siap bertarung untuk menjadi orang nomor satu di desa sukadami.

Baca Juga:Katar Sukadami Sukses Gelar Pawai Ta'aruf dan Obor, Warga Tumpah Rumah Merayakan Tahun Baru IslamBejat! Ayah Berusia 62 Tahun di Banyusari Karawang Ditangkap Usai Setubuhi Anak Kandungnya

Pria yang akrab di panggil Haji Budi ini merupakan anak ketiga dari Kepala Desa Sukadami, H.M Kunang atau Abah Kunang.

Keinginannya maju sebagai calon kepala desa sukadami ini bukan karena termotivasi, melainkan karena banyak nya dukungan dari masyarakat.

” Tentunya kalau motivasi tidak ada, ini adalah bentuk kesadaran artinya dari sekian masyarakat sukadami, tapi alhamdulillah dari sekian masyarakat meminta untuk saya duduk di kepala desa sukadami,” kata Haji Budi usai menghadiri Pawai Ta’aruf, Selasa (16/6/26).

Ia mengaku, majunya dia sebagai Bakal Calon Kepala Desa Sukadami ini sudah mendapatkan doa dan restu dari orang tua H.M Kunang.

” Kalau orang tua saat ini cuma sekedar memberikan doa. Dan mudah-mudahan doa lebih dari segalanya untuk keberhasilan dan kesejahteraan masyarakat sukadami,” ucapnya.

Ia menambahkan, meski saat ini belum terpikir tenang program kerja dan adanya efisiensi anggaran desa. Namun ia optimistis bahwa permalasahan di desa bisa diselesaikan dengan musyawarah.

” Soal pemangkasan anggaran desa Insyaallah tidak ada tantangan, apapun nanti hambatan nya, karena sukadami ini adalah sukadami berarti damai, musyawarah. Jadi setiap tantangan kita akan bermusyawarah,”. tandasnya (mil)

0 Komentar