KARAWANG, KBEONLINE.ID – Teknologi heat pump mulai menunjukkan potensinya sebagai solusi dekarbonisasi sektor industri di Indonesia. Penerapan teknologi tersebut di PT Freyabadi Indotama, Kawasan Industri KIIC Karawang, menjadi proyek percontohan yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon.
Implementasi teknologi tersebut dilakukan melalui proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proyek yang diperkenalkan pada 29 Juli 2026 itu diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai sektor industri.
Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, mengatakan efisiensi energi memiliki peran strategis dalam mendukung target penurunan emisi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri.
Baca Juga:Wujudkan Pelayanan Cepat, Tepat, dan Humanis, Polresta Karawang Luncurkan Program “GAZZ Karawang”Harga Emas Antam Hari ini Selasa 4 Agustus 2026 Kembali Naik, Buyback Ikut Melonjak
“Berbagai hasil audit energi menunjukkan bahwa penerapan teknologi efisiensi energi mampu menurunkan konsumsi energi sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan. Pemerintah memproyeksikan efisiensi energi dapat berkontribusi sekitar 37 persen terhadap target penurunan emisi sektor energi pada tahun 2030. Karena itu, implementasi teknologi yang terbukti memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan perlu terus diperluas,” ujarnya.
Gigih menjelaskan, komitmen pemerintah juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi yang mewajibkan perusahaan melaksanakan audit energi secara berkala serta menindaklanjuti rekomendasi hasil audit tersebut.
Menurutnya, sektor manufaktur masih menjadi salah satu pengguna energi terbesar di Indonesia, terutama untuk kebutuhan panas dalam proses produksi yang sebagian besar masih mengandalkan bahan bakar fosil. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan emisi gas rumah kaca, tetapi juga berdampak pada tingginya biaya operasional perusahaan.
Koordinator Dekarbonisasi Sektor Industri dan Bangunan Gedung Proyek SETI Program Energi GIZ Indonesia & ASEAN, Johannes Anhorn, menilai implementasi di PT Freyabadi Indotama membuktikan bahwa efisiensi energi dapat menjadi strategi bisnis yang menguntungkan.
“Biaya energi dapat menyumbang sekitar 20 hingga 30 persen dari total biaya produksi industri. Karena itu, efisiensi energi bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga strategi untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing,” kata Johannes.
