KBEONLINE.ID, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong pengurangan sampah dengan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Program tersebut mampu mengurangi sampah hingga 60 ton per hari dari tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kamis (18/6/2026)
Program pengolahan RDF di Karawang juga mendapat dukungan World Bank Mission yang berkolaborasi dengan Pemkab Karawang melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Kolaborasi tersebut dilakukan pada Mei 2026.
Kepala Bidang Kebersihan, Penanganan Sampah dan Limbah DLH Karawang, Willy, mengatakan RDF dipilih karena memiliki pasar yang jelas dan teknologinya relatif sederhana dibandingkan pengolahan sampah menjadi kompos.
Baca Juga:DPKPP Karawang dan DPRD Jabar Sosialisasikan Akses Pendanaan bagi Petani dan PeternakTingkatkan Digitalisasi, Pupuk Kujang Luncurkan Ekosistem AI dan Lima Aplikasi Unggulan
“Dari tiga TPST, yakni Mekarjati, Jayakerta, dan Cirejag, masing-masing memiliki kapasitas pengolahan RDF sekitar 20 ton sampah per hari. Jadi total sekitar 60 ton sampah per hari yang bisa kita kurangi sebelum masuk ke TPA Jalupang,” kata Willy.
Menurut Willy, DLH Karawang telah menjalin kerja sama dengan PT Indocement sebagai pembeli (offtaker) RDF. Kerja sama itu diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), dilanjutkan pengiriman sampel RDF untuk diuji kualitasnya.
“Setelah PKS, kami kirim sampel ke Indocement dan alhamdulillah memenuhi spesifikasi yang mereka minta. Sekarang tinggal menjadwalkan pengiriman RDF dari Karawang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Indocement berminat karena memiliki kebutuhan RDF yang sangat besar. Selain menggunakan batu bara, perusahaan semen tersebut juga memanfaatkan bahan bakar alternatif yang sesuai spesifikasi.
“Kami sempat mengundang sekitar 27 calon offtaker pengguna batu bara. Mereka meminta spesifikasi RDF. Salah satunya Indocement, karena kebutuhan bahan bakarnya besar dan RDF Karawang masuk dalam spesifikasi mereka,” jelasnya.
DLH Karawang akan mengirim kebutuhan RDF Indocement yang mencapai sekitar 600 ton per bulan. Dengan kapasitas produksi yang ada, DLH Karawang akan berupaya memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap.
“Kalau kerja sama ini berjalan sesuai PKS, targetnya setiap hari kita bisa mengirim sekitar 20 ton RDF,” katanya.
Baca Juga:PERURI dan KTI Foundation Latih Penyandang Disabilitas di Karawang, Bekali Keterampilan SablonPeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Aisan Nasmoco Industri Gelar Penanaman Pohon hingga Uji Emisi
Willy menambahkan, RDF yang diproduksi DLH Karawang telah memenuhi spesifikasi Grade A dengan nilai sekitar Rp350 ribu per ton.
