KBEONLINE.ID – Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, bermain di halaman rumah, kebun, atau berjalan pulang dari sekolah sering kali menjadi kesempatan untuk menemukan buah-buahan lokal yang rasanya begitu khas. Tidak perlu masuk supermarket atau mencari toko buah khusus, sejumlah buah bisa dengan mudah ditemukan di pekarangan, pasar tradisional, bahkan tumbuh liar di sekitar permukiman.
Namun, zaman berubah. Buah-buahan yang dahulu menjadi bagian dari keseharian masyarakat kini perlahan menghilang dari ingatan. Sebagian semakin sulit ditemukan karena lahan hijau berubah menjadi permukiman, sementara pohonnya tidak lagi banyak dibudidayakan. Di sisi lain, selera masyarakat juga bergeser kepada buah-buahan yang lebih populer dan mudah ditemukan di pasaran.
Kondisi tersebut membuat sejumlah buah lokal Indonesia seolah menjadi saksi perjalanan masa kecil generasi terdahulu. Rasanya mungkin sederhana, tetapi kenangannya tidak sederhana. Berikut 10 buah yang pernah populer pada masanya dan kini mulai langka serta terlupakan.
Baca Juga:Bacok Korban dan Gasak Rp30 Juta, 6 Perampok Sadis di Cibitung Akhirnya DitangkapTolong Pak Bupati Lembur Kuring Darurat Debu! Warga Cikarang Pusat Desak Batching Plant Ditertibkan
1. Rukem, Buah dengan Cara Makan yang Bikin Kangen
Rukem menjadi salah satu buah yang memiliki pengalaman makan cukup unik. Buahnya berukuran kecil seperti kelereng dan ketika matang akan berubah menjadi merah keunguan. Dahulu, buah ini dapat ditemukan di sejumlah daerah dan kerap menjadi camilan sederhana ketika musimnya tiba.
Yang membuat rukem berbeda adalah rasa sepatnya ketika baru dipetik. Buah ini biasanya perlu dipijat atau digosok perlahan terlebih dahulu sebelum dimakan. Setelah itu, rasa sepatnya berkurang dan berubah menjadi perpaduan asam serta manis yang menyegarkan.
Bagi mereka yang pernah mencicipinya saat kecil, cara sederhana tersebut justru menjadi bagian dari nostalgia. Kini, keberadaan rukem semakin sulit ditemui, terutama di kawasan perkotaan.
2. Mundu, Buah Kuning yang Pernah Mengisi Pekarangan
Mundu memiliki warna kuning cerah mengilap ketika matang. Daging buahnya lembut dan berair dengan rasa perpaduan manis serta masam yang khas. Buah ini pernah menjadi salah satu tanaman yang tumbuh di sekitar pekarangan masyarakat.
Berbeda dengan buah modern yang mudah ditemukan di toko buah, mundu kini tidak banyak terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Pohonnya semakin jarang ditemukan dan tidak banyak dibudidayakan secara komersial.
