Tak Ada Jual Beli Jabatan, Bupati Aep Lantik 150 Pejabat Karawang dan Minta ASN Fokus Melayani Masyarakat

Pelantikan 150 Pejabat Karawang
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh saat melantik 150 pejabat di Plaza Pemda 2 pada Jumat (19/6/2026)
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali melakukan penyegaran organisasi dengan melantik hampir 140 lebih pejabat di lingkungan pemerintahan setempat yang dilaksanakan di Plaza Pemda 2 pada Jumat (19/6/2026). Pelantikan ini mencakup seluruh jabatan administrator, pengawas, fungsional, camat, lurah, hingga koordinator wilayah (Korwil) pendidikan. Proses rotasi dan mutasi ini ditegaskan sebagai langkah murni untuk mengoptimalkan kinerja organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Karawang.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa perombakan struktur ini merupakan hal yang lumrah dalam sebuah organisasi pemerintahan. Ia menekankan bahwa penempatan para pejabat baru ini didasarkan pada kompetensi dan evaluasi kinerja yang matang, bukan karena faktor intervensi lain. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmennya untuk mendorong disiplin pegawai yang sempat menjadi catatan evaluasi.

Dalam arahannya, Aep Syaepuloh menjamin bahwa seluruh proses pengangkatan jabatan di masa kepemimpinannya berjalan secara bersih dan transparan. Ia meyakinkan para aparatur sipil negara (ASN) bahwa prestasi dan rekam jejak menjadi indikator utama.

Baca Juga:Pemadaman Listrik Bergilir Karawang, Bupati Aep: Puskesmas, PDAM, dan RS Harus Tetap MenyalaDana Darurat: Berapa yang Harus Disiapkan? Simulasi Gaji Rp5 Juta untuk Pekerja Cikarang, Karawang, dan Bekasi

“Saya berulang kali menegaskan bahwa tidak ada yang namanya jual beli jabatan. Ini adalah murni karena keberhasilan Bapak Ibu semua. Saya tidak mungkin bosan-bosannya menyampaikan kepada Bapak Ibu semua,” ujar Aep, Jumat (19/6).

Selain komitmen internal terhadap kesejahteraan ASN melalui pemenuhan hak gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Bupati Karawang meminta timbal balik berupa dedikasi yang tinggi. Komunikasi antar Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan dapat terjaga dengan baik demi menghadirkan pelayanan publik yang prima, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi fokus utamanya.

Secara khusus, Bupati juga menyoroti sektor pendidikan yang saat ini tengah menghadapi musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Aep mengingatkan para pejabat dinas pendidikan dan kepala sekolah agar bertindak profesional dan tidak membebani orang tua murid dengan aturan seragam atau atribut yang memberatkan ekonomi keluarga.

“Jadi tolonglah di saat sekarang menerima murid baru, jangan macam-macam. Saya kemarin sudah tegaskan, di saat nanti pas penerimaan murid baru harus profesional,” ucapnya menambahkan.

0 Komentar