Laut Tarumajaya Diduga Tercemar Limbah, Nelayan Beralih Jadi Buruh hingga Pemulung

Jeritan sunyi terdengar dari pesisir Pantai Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Jeritan sunyi terdengar dari pesisir Pantai Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
0 Komentar

“Bekerja ya serabutan, kadang ada yang kuli-kuli panggul. Sampai ada yang mulung. Saya sempat dua minggu nganggur cari kerja serabutan,” ungkap Samsur.

Disisi lain, Bagi para nelayan, polemik kenaikan harga solar tidak ada apa-apanya. Masalah utama mereka adalah hilangnya isi laut. Nelayan tidak berani menunjuk hidung pabrik mana yang menjadi biang kerok, mengingat kawasan ujung pesisir tersebut dikepung oleh belasan hingga puluhan industri.

Samsur bersama nelayan lainnya berharap adanya ketegasan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ia mendesak adanya evaluasi total terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut, yang dinilai mandul dalam fungsi pengawasan.

Baca Juga:Masuk Musim Kemarau Ribuan Warga Cibarusah dan Serang Baru Kesulitan Air BersihSerapan APBD Kabupaten Bekasi Rendah, Plt Bupati Minta Seluruh OPD Gas Pembangunan Mulai Juli

“Ya mohon dinas terkait, khususnya Kabupaten Bekasi, tengoklah nasib kami. Nah mohon maaf, bohong perizinan itu khususnya Amdal ya, kalau enggak ngelalui dinas terkait,” pungkasnya. (Iky)

0 Komentar