KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Pemadaman listrik yang terjadi secara serentak di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi pada Jumat (19/6/2026) masih menyisakan tanda tanya bagi masyarakat. Pasalnya, hingga beberapa hari setelah kejadian, PLN UP3 Cikarang belum memberikan penjelasan lengkap dan tanggung jawabnya terkait penyebab maupun dampak gangguan yang mengakibatkan ribuan pelanggan terdampak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Cikarang Ekspres pemadaman terjadi di sejumlah wilayah Cikarang Barat, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Cikarang Utara, hingga beberapa kawasan permukiman dan industri lainnya. Gangguan tersebut berlangsung dengan durasi yang berbeda di setiap lokasi dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.
Sejumlah warga mengeluhkan terhambatnya aktivitas akibat terhentinya pasokan listrik. Selain mengganggu kegiatan rumah tangga, pemadaman juga berdampak pada operasional usaha, jaringan internet, hingga pelayanan publik yang bergantung pada pasokan listrik.
Baca Juga:Intervensi Gizi dan Program Pencegahan Sejak Remaja Berhasil Tekan Angka Stunting di KarawangTak Main-Main! Camat dan Sekcam Cikarang Selatan Kompak Sidak Dapur MBG, Jika Melanggar Bisa Diproses Hukum
“Kalau padam begini kan semua berhenti, kerjaan nggak jalan. Yang kami harapkan itu paling tidak ada penjelasan resmi dan tanggung jawab atas kerugian yang dirasakan pelanggan jangan dibiarkan tanda tanya,” ujar Andi (32) salah satu warga Cikarang Selatan.
Upaya mendapatkan penjelasan resmi telah dilakukan Cikarang Ekspres dengan menghubungi pihak PLN UP3 Cikarang melalui sambungan telepon dan pesan singkat. Namun hingga beberapa hari setelah kejadian, belum ada tanggapan yang diberikan.
Tak hanya itu, Cikarang Ekspres juga mendatangi langsung Kantor PLN UP3 Cikarang yang berlokasi di kawasan Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat. Namun setibanya di lokasi, awak media tidak berhasil menemui pejabat yang berwenang memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Petugas keamanan yang berjaga di kantor PLN menyampaikan bahwa pejabat terkait sedang tidak berada di tempat. Awak media kemudian meninggalkan pesan dan permohonan wawancara dengan mengisi buku tamu guna memperoleh penjelasan mengenai penyebab gangguan, jumlah pelanggan terdampak, serta langkah penanganan yang dilakukan PLN pascakejadian.
“Pejabat yang berwenang sedang tidak ada dikantor,” kata salah seorang petugas keamanan.
Alhasil, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan belum mendapatkan respons. Belum adanya penjelasan resmi membuat sejumlah pertanyaan publik mengenai pemadaman listrik massal yang terjadi di Kabupaten Bekasi masih menggantung.
