Sampah Jadi Berkah! Kecamatan Pangkalan Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Tabungan Digital Warga

SAJADAH (Sampah Jadi Berkah)
Pemerintah Kecamatan Pangkalan terus mendorong penguatan tata kelola lingkungan melalui inovasi SAJADAH (Sampah Jadi Berkah) sebagai program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
0 Komentar

“Karena itu, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyentuh aspek kebersihan lingkungan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sampah harus dikelola sejak dari sumber, diberi nilai, lalu dikembalikan manfaatnya kepada warga dalam bentuk yang bisa langsung dirasakan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, SAJADAH menempatkan rumah tangga sebagai titik awal pengelolaan sampah. Setiap rumah diwajibkan memilah sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, serta sampah anorganik, seperti plastik, botol, kertas, dan logam. Pemilahan sejak dari sumber dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sekaligus nilai jual sampah.

Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan pada titik pengumpulan yang telah ditetapkan, seperti bank sampah desa atau titik layanan pengelolaan lainnya. Petugas selanjutnya melakukan penimbangan berdasarkan jenis sampah yang disetorkan oleh masyarakat sebagai dasar konversi nilai ekonomis.

Baca Juga:Polri Layani 1.500 Warga Lewat Bakti Kesehatan Gratis di Kabupaten BekasiPilkades Serentak Kabupaten Bekasi Digelar 20 September 2026, Begini Tahapan Terbarunya

Setiap jenis sampah memiliki harga atau nilai tertentu yang kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan digital milik warga. Seluruh transaksi dicatat melalui aplikasi SAJADAH berbasis telepon genggam, sehingga masyarakat dapat memantau jumlah setoran sampah, nilai tabungan, serta riwayat transaksi secara mudah, transparan, dan terintegrasi.

“Dengan sistem digital ini, masyarakat dapat melihat bahwa sampah yang mereka kelola memiliki nilai nyata. Transparansi ini penting agar partisipasi warga terus tumbuh dan kepercayaan terhadap program juga semakin kuat,” tuturnya.

Lebih jauh, saldo tabungan sampah yang terkumpul dapat ditukarkan secara berkala melalui skema reward system. Pemerintah Kecamatan Pangkalan menyiapkan telur sebagai program utama penukaran untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, di samping sembako lain seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Skema tersebut diharapkan tidak hanya menumbuhkan kesadaran lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi keluarga. Dengan demikian, SAJADAH diposisikan sebagai inovasi yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Saat ini, pelaksanaan SAJADAH masih berada pada tahap sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat serta pelajar. Pemerintah Kecamatan Pangkalan menilai edukasi sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang tertib, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi.

0 Komentar