Menyusuri Jalan Pedesaan yang Dikelilingi Sawah dan Hutan Jati
Perjalanan dari Medal Krisna menuju Kampung Cihanjuang, Desa Ridogali, menghadirkan pengalaman yang berbeda. Jalan desa berkelok mengikuti kontur perbukitan dengan tanjakan dan turunan yang cukup menantang.
Di sisi kiri dan kanan jalan berdiri rimbunan pohon jati yang menjulang tinggi, diselingi rumpun bambu yang membuat suasana semakin teduh. Sesekali terbuka pemandangan hamparan sawah bertingkat yang menghijau sejauh mata memandang.
Pada beberapa tikungan, pengunjung dapat menikmati panorama lembah persawahan yang berpadu dengan bukit-bukit kecil. Saat musim tanam, sawah terlihat hijau membentang, sedangkan ketika musim panen hamparannya berubah menjadi kuning keemasan, menciptakan panorama yang tak kalah indah.
Baca Juga:Liburan di Pedesaan Setu Cikarang : Ada Warung Makan Bernuansa Alam yang Cocok Buat Healing Akhir PekanBau Aroma Alat Berat TPA Burangkeng Kembali Tercium, Tata Kelola Anggaran DLH Kabupaten Bekasi Dipertanyakan
Rute ini juga melewati sejumlah fasilitas umum seperti SDN Medal Krisna 01, SMPN 2 Bojongmangu, SDN Karang Indah 02, hingga memasuki wilayah Karang Mulia yang terdapat Kantor Desa Karang Mulia dan Puskesmas Bojongmangu.
Sebagian besar jalan sudah menggunakan cor beton yang cukup lebar sehingga nyaman dilalui kendaraan. Meski demikian, masih ada beberapa ruas yang mengalami kerusakan berupa retakan maupun lubang, bahkan terdapat jalan tanah berbatu yang memberikan sensasi bertualang di pedesaan.
Liburan Santai Menikmati Keindahan Situ Abidin
Setelah menyusuri jalur pedesaan, perjalanan berakhir di Situ Abidin, salah satu danau alami yang berada di Desa Karang Mulia, Kecamatan Bojongmangu.
Suasana di sekitar situ terasa begitu tenang. Pepohonan besar yang tumbuh di tepian danau menghadirkan udara sejuk, sementara permukaan air yang tenang memantulkan bayangan langit dan pepohonan di sekitarnya.
Keunikan Situ Abidin terletak pada keberadaan sebuah pulau kecil di tengah danau. Di atas pulau tersebut terdapat makam Kiai Abidin yang hingga kini masih sering diziarahi masyarakat. Untuk menuju pulau, pengunjung dapat menggunakan perahu atau getek sederhana yang dioperasikan warga setempat.
Selain menjadi lokasi ziarah, Situ Abidin juga menjadi tempat favorit masyarakat untuk memancing. Pada sore hingga menjelang malam, kawasan ini mulai ramai oleh warga yang datang bersama keluarga maupun teman-teman hanya untuk menikmati suasana dan menghabiskan waktu di tepi danau.
