KBEONLINE.ID – Siapa bilang liburan di Kabupaten Bekasi hanya identik dengan mal, kawasan industri, atau tempat wisata modern? Di wilayah Kecamatan Setu, masih tersimpan suasana pedesaan yang asri dengan hamparan sawah, pepohonan rindang, serta jalan-jalan desa yang menghadirkan ketenangan. Salah satu destinasi yang menarik untuk disinggahi adalah Warung Nasi Ma Kiki, sebuah rumah makan khas Sunda yang berada di Jalan Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu.
Lokasinya memang berada cukup jauh dari pusat keramaian Cikarang. Namun justru perjalanan menuju warung ini menjadi pengalaman tersendiri. Pengunjung akan melewati jalur pedesaan yang masih hijau dengan pemandangan sawah, kebun, hingga rumah-rumah warga yang membuat suasana terasa jauh berbeda dari hiruk pikuk kawasan industri Bekasi.
Warung Nasi Ma Kiki pun menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner sekaligus mencari suasana tenang tanpa harus bepergian jauh ke Puncak atau kawasan pegunungan lainnya.
Baca Juga:Bau Aroma Alat Berat TPA Burangkeng Kembali Tercium, Tata Kelola Anggaran DLH Kabupaten Bekasi DipertanyakanManajemen Talenta Dikebut, Pengisian Jabatan Eselon II di Bekasi Berpotensi Tanpa Open Bidding
Menyusuri Pelosok Setu yang Masih Asri
Perjalanan menuju Warung Nasi Ma Kiki bisa dimulai dari Jalan Raya Transyogi Cileungsi-Jonggol dengan mengambil arah menuju kawasan Harvest City. Setelah melewati kawasan perumahan, pengendara akan keluar melalui akses belakang yang langsung terhubung dengan jalan pedesaan menuju Desa Kertarahayu. Dari titik inilah suasana berubah drastis. Jalan menjadi lebih lengang, udara terasa lebih segar, sementara hamparan sawah dan pepohonan mulai mendominasi pemandangan.
Semakin mendekati lokasi, nuansa pedesaan semakin terasa. Jalan desa yang membelah kebun, rumpun bambu, serta lahan pertanian memberikan pengalaman berkendara yang menenangkan. Aktivitas warga yang masih bertani dan suasana kampung yang sederhana menjadi pemandangan yang kini mulai sulit ditemukan di kawasan perkotaan. Jalur ini juga kerap dimanfaatkan komunitas motor maupun pesepeda yang mencari rute dengan panorama alam.
Meski berada di pelosok, akses menuju lokasi relatif mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi jalan didominasi aspal dan cor beton, sehingga perjalanan tetap nyaman. Justru suasana pedesaan yang masih alami menjadi daya tarik utama, membuat perjalanan menuju warung terasa seperti bagian dari aktivitas wisata, bukan sekadar mencari tempat makan.
