Sebagian pedagang juga menambahkan sambal kacang yang gurih dan sedikit pedas. Perpaduan antara bubur yang lembut, tongcai, cakwe, ayam, dan sambal kacang menciptakan cita rasa yang sederhana namun begitu khas sehingga mudah dikenali para penikmatnya.
Rahasia Bubur Tetap Hangat Meski Menempuh Puluhan Kilometer
Banyak orang bertanya-tanya bagaimana Bubur Tambun tetap hangat ketika sampai di lokasi berjualan, padahal sebagian pedagang harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer dari Tambun menuju Jakarta atau Tangerang.
Ternyata para pedagang memiliki cara tradisional yang sudah digunakan sejak lama. Mereka meletakkan bara arang kecil pada bagian bawah dandang sehingga suhu bubur tetap stabil selama perjalanan.
Baca Juga:Liburan Gratis di Majalengka Ada Dusun Cibuluh Tawarkan Pesona Negeri di Atas Awan Lereng Gunung CiremaiGunung Luhur Sukamakmur Cocok untuk Pendaki Pemula dengan Pendakian Singkat dan Pemandangan Maksimal
Selain itu, dandang yang digunakan bukan sembarang wadah. Dandang Bubur Tambun dibuat dengan material aluminium berdinding tebal sehingga mampu menyimpan panas lebih lama. Bagian tutupnya juga dirancang rapat agar uap panas tidak mudah keluar selama perjalanan.
Berkat teknik sederhana tersebut, pelanggan tetap dapat menikmati bubur dalam kondisi hangat meski pedagang telah menempuh perjalanan selama satu hingga dua jam dari Tambun.
Satu Pedagang Bisa Menjual Hingga 100 Porsi Setiap Hari
Usaha Bubur Tambun bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kampung Buwek.
Dalam sehari, seorang pedagang rata-rata mampu menjual sekitar 100 porsi bubur, bahkan lebih ketika akhir pekan atau musim hujan. Dengan jumlah tersebut, keuntungan bersih yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per hari, tergantung lokasi berjualan dan jumlah pelanggan.
Keberhasilan usaha ini turut menciptakan mata rantai ekonomi yang panjang. Selain pedagang, terdapat pemasok beras, ayam, cakwe, tongcai, bumbu, pembuat dandang, hingga bengkel motor yang ikut merasakan dampaknya. Tak sedikit pula warga Kampung Buwek yang membuka usaha pendukung untuk memenuhi kebutuhan para pedagang bubur.
Menjadi Identitas Kuliner Bekasi yang Terus Bertahan
Di tengah menjamurnya berbagai jenis kuliner modern, Bubur Tambun tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga karena cerita perjuangan para pedagang yang rela bangun tengah malam demi menyajikan sarapan hangat bagi warga Jabodetabek.
