KBEONLINE.ID KARAWANG — Jajaran Kepolisian Resor Karawang bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif terkait insiden tawuran antarpelajar yang pecah di wilayah Klari. Meskipun hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari pihak korban, tim di lapangan tetap proaktif mengumpulkan berbagai informasi dan alat bukti guna memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menjelaskan bahwa langkah jemput bola ini diambil demi memastikan penegakan hukum tetap berjalan tanpa harus menunggu aduan formal.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, sementara administrasi laporan kepolisian akan diproses secara paralel seiring berjalan waktu.
“Terkait dengan tawuran yang terjadi di Klari ya, itu kita tim lapangan saat ini sedang intensif melaksanakan penyelidikan, mengumpulkan informasi-informasi terkait pelakunya. Namun demikian, kami sampaikan bahwa kepolisian sampai dengan hari ini belum menerima laporan resmi dari korban,” ujar Fiki, Rabu (22/7).
Baca Juga:Kabupaten Bekasi Andalkan Sensus Ekonomi untuk Tekan Pengangguran IndustriLantik 1.564 Anggota BPD, Plt Bupati Bekasi Ingatkan Netralitas Pilkades Hingga Skala Prioritas Desa
Fiki mengungkapkan bahwa proses penyidikan telah memeriksa sejumlah saksi mata guna mengungkap motif serta titik terang di balik peristiwa berdarah tersebut. Hingga kini, tercatat sudah ada lima orang saksi yang dimintai keterangan secara mendalam oleh penyidik guna merangkai kronologi kejadian secara utuh.
“Saat ini kurang lebih ada lima ya, lima saksi yang sudah kita periksa terkait hal tersebut,” tambah Fiki.
Terkait kondisi korban maupun status keterlibatan para pihak, pihak kepolisian menyatakan bahwa seluruh aspek tersebut masih berada dalam tahap pendalaman medis dan investigasi lapangan. Mengingat sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, aparat meminta publik untuk bersabar hingga seluruh fakta hukum terkumpul secara valid dan komprehensif.
“Nanti misal kan sudah terungkap akan kita sampaikan apa secara komprehensif, kronologis utuhnya seperti apa. Sampai dengan ini masih kita dalami dulu, ya,” ungkapnya.
Di samping penanganan kasus tawuran, Kapolres Karawang juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras (miras) ilegal yang kerap menjadi akar pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menanggapi berbagai insiden krusial yang dipicu oleh pengaruh alkohol, pihak kepolisian memastikan bakal menggencarkan operasi penindakan tegas hingga ke tingkat hulu peredarannya.
