Contoh Sunk Cost Fallacy di Kehidupan Sehari-hari
Dunia Gaming & Gacha: “Gak apa-apa deh top-up 500 ribu lagi demi dapet karakter ini, soalnya dari kemarin udah habis 2 juta. Kalau berhenti sekarang, yang 2 juta kemarin jadi sia-sia.”
Dunia Asmara: “Dia memang sering menyakiti saya, tapi kita sudah pacaran 6 tahun dan keluarga sudah saling kenal. Masa harus putus begitu saja?”
Karier & Pendidikan: “Saya tidak menikmati bidang pekerjaan ini dan bikin stres tiap hari, tapi saya kan sudah kuliah 4 tahun di jurusan ini. Jadi ya harus dijalani terus.”
Baca Juga:The Parasocial Relationship: Mengapa Kita BIsa Merasa Sangat Kenal dan Sedih Saat Streamer/Streamer Favorit MeEcho Chamber Effect: Bagaimana Algoritma Media Sosial Mengurung Kita dalam Penjara Pikiran yang Seragam
Cara Membebaskan Diri dari Jebakan Sunk Cost
Menyadari keberadaan Sunk Cost Fallacy adalah langkah awal untuk mengambil keputusan yang lebih cerdas dan dewasa. Ketika Anda merasa ragu untuk melepaskan sesuatu, ajukan pertanyaan krusial ini pada diri Anda:
“Jika saya berdiri di posisi hari ini tanpa membawa riwayat/investasi masa lalu sama sekali, apakah saya akan tetap memilih untuk memulai hal ini?”
Jika jawabannya adalah TIDAK, maka keputusan terbaik yang bisa Anda ambil adalah merelakan apa yang sudah hilang di masa lalu. Uang yang sudah keluar tidak akan kembali, waktu yang lalu tidak bisa diputar ulang. Jangan biarkan masa lalu yang sudah mati menyandera kebahagiaan dan potensi masa depan Anda.
