kbeonline.id – Kabar baik datang menjelang bergulirnya Super League 2026/27. Larangan kehadiran suporter tim tamu yang sebelumnya berlaku sejak 2022 resmi dicabut. Namun, kebijakan tersebut tidak berarti suporter tandang bisa hadir tanpa batasan.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa pencabutan aturan tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan komunikasi dengan FIFA. Kondisi sepak bola Indonesia yang dinilai semakin kondusif menjadi salah satu pertimbangan untuk mengembalikan atmosfer pertandingan dengan kehadiran pendukung tim tamu.
FIFA Beri Restu dengan Syarat
Ferry mengatakan I.League telah mengajukan proposal kepada FIFA terkait rencana menghapus larangan suporter tandang. FIFA kemudian memberikan persetujuan dengan catatan klub dan suporter wajib mematuhi regulasi yang telah ditetapkan.
Baca Juga:Filip Stamenkovic Jadi Rekrutan Asing Kelima Garudayaksa FCHamra Hehanussa Tinggalkan Persib, Gabung Garudayaksa FC dengan Status Pinjaman
“Kami sudah menyampaikan proposal dan purpose kami kepada FIFA, kemudian FIFA memberikan restu dengan catatan suporter klub juga harus mematuhi segala hal yang sudah kami sampaikan kepada seluruh klub,” ujar Ferry kepada awak media di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, masih terdapat sejumlah batasan yang harus dijaga agar kebijakan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Tingkatkan Daya Saing Kompetisi
Kembalinya suporter tandang dinilai dapat memberikan manfaat bagi perkembangan kompetisi nasional. Kehadiran pendukung tim tamu tidak hanya meningkatkan atmosfer pertandingan, tetapi juga memberikan keuntungan komersial dan exposure bagi klub.
Ferry berharap kebijakan tersebut mampu meningkatkan daya saing Super League sekaligus menciptakan pengalaman pertandingan yang lebih menarik.
Namun, pencabutan larangan bukan berarti berlaku mutlak untuk seluruh pertandingan. Laga dengan tingkat rivalitas tinggi masih berpotensi digelar tanpa suporter tandang.
Rivalitas Tinggi Bisa Jadi Pengecualian
Ferry menyebut pertandingan seperti Persija Jakarta melawan Persib Bandung atau Persebaya Surabaya kontra Arema FC dapat menjadi contoh laga yang berpotensi menerapkan pembatasan.
“Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir,” katanya.
Baca Juga:Persija TC ke Thailand, Persib Pilih Bali untuk Persiapan Super League 2026/27Danijel Loncar Gabung Persib, Maung Bandung Perkuat Benteng Pertahanan
Keputusan tersebut juga dapat mempertimbangkan rekomendasi dan perizinan dari Kepolisian, terutama berdasarkan kondisi keamanan serta informasi intelijen menjelang pertandingan.
