TRAGIS! Ibu di Kuningan Tewas Ditangan Anaknya Sendiri, Diduga Kesal Gegara Disuruh Sholat Shubuh

ilustrasi Police Line.
ilustrasi Police Line. (tangkapan layar/pixabay)
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Seorang pria berinisial T (38) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tega menghabisi nyawa ibu kandungnya cuma gegara korban terus-menerus menyuruh pelaku melaksanakan salat subuh.

Pelaku tidak hanya menganiaya korban hingga meninggal dunia. Jasad perempuan berusia 77 tahun itu juga dibuang ke dalam sumur yang berada di belakang rumah.

Kasus pembunuhan tersebut terungkap setelah warga Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, dikejutkan dengan penemuan jasad korban di dalam sumur pada Sabtu (8/8/2026) siang.

Baca Juga:Proyek APBD Molor, Kontraktor Lokal GerahCekcok Usai Resepsi, Dua Pria di Cabangbungin Hantam Kepala Warga Pakai Batu

Warga juga menemukan bercak darah berceceran dari bagian belakang rumah hingga menuju lokasi sumur. Temuan tersebut menimbulkan kecurigaan bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan.

Kecurigaan kemudian mengarah kepada anak korban yang diketahui tidak berada di lokasi kejadian. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, jajaran Satreskrim Polres Kuningan berhasil mengamankan pelaku di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mengatakan, pelaku telah mengakui perbuatannya saat menjalani pemeriksaan.

“Pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya hingga meninggal dunia. Motif sementara karena pelaku merasa kesal karena terus-menerus disuruh melaksanakan salat subuh,” kata AKBP Bellen Anggara Pratama, Selasa (11/8/2026).

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan, di antaranya pakaian milik korban dan palu yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan.

Kapolres menegaskan, tim penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa dan motif pembunuhan.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, termasuk rangkaian kejadian dan motif pelaku. Barang bukti juga sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” kata Bellen. (bbs/bst)

0 Komentar