Hari ini bisa membuat daftar rasa syukur. Besok menulis evaluasi diri. Lusa mencatat ide. Hari berikutnya membuat daftar target.
Dengan begitu, aktivitasnya tidak terasa monoton.
10. Jangan Menganggap Satu Hari Terlewat Berarti Gagal
Ini penting.
Jika biasanya menulis setiap hari kemudian suatu hari lupa, jangan langsung berhenti.
Tidak perlu menulis dua kali lipat pada hari berikutnya untuk “menebus” halaman yang kosong.
Cukup kembali menulis.
Baca Juga:Daftar 12 Toko burung paling ramai di Jatimulya Tambun Selatan dan Bekasi Timur, No 11 Lengkap Punya!Mau Bikin Aquarium di Rumah? Ini 12 Tempat beli aquarium di Jatimulya Tambun Selatan dan Bekasi Timur
Konsistensi bukan berarti tidak pernah gagal. Konsistensi berarti mampu kembali setelah sempat berhenti.
11. Baca Kembali Tulisan Lama
Setiap beberapa minggu atau bulan, luangkan waktu untuk membaca jurnal lama.
Dari sana, Anda mungkin menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak disadari.
Misalnya masalah yang dulu terasa besar ternyata sudah berhasil dilewati.
Atau ternyata ada pola tertentu yang terus berulang dalam kehidupan sehari-hari.
Jurnal akhirnya bukan hanya menjadi tempat menulis, tetapi juga menjadi rekaman perjalanan diri.
12. Jadikan Journaling sebagai Waktu untuk Berhenti Sejenak
Jangan mengubah journaling menjadi tugas baru yang justru membuat stres.
Buat suasananya senyaman mungkin.
Jauhkan smartphone jika memang mengganggu, cari tempat yang tenang dan berikan waktu beberapa menit untuk diri sendiri.
Tidak perlu mengejar kesempurnaan.
Yang penting adalah kembali membuka halaman berikutnya.
