Emas Antam atau Saham, Mana yang Lebih Cuan? Begini Hasil Investasi Rp100 Juta Selama 10 Tahun

Emas Antam atau Saham, Mana yang Lebih Cuan? Begini Hasil Investasi Rp100 Juta Selama 10 Tahun
Emas Antam atau Saham, Mana yang Lebih Cuan? Begini Hasil Investasi Rp100 Juta Selama 10 Tahun
0 Komentar

Pertumbuhan tersebut membuat emas terlihat jauh lebih menarik dibandingkan tabungan biasa. Namun, emas bukan berarti tanpa kekurangan. Ada selisih antara harga ketika membeli dan harga ketika menjual kembali atau spread. Karena itu, emas lebih cocok dilihat sebagai aset untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang daripada alat untuk mengejar keuntungan cepat.

Saham ANTM Cuan Lebih Tinggi

Pilihan ketiga adalah saham PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM. Dalam simulasi tersebut, Rp100 juta digunakan untuk membeli sekitar 1.398 lot saham ANTM pada harga Rp715 per lembar pada Agustus 2016. Saham tersebut kemudian dipertahankan selama 10 tahun.

Jika hanya melihat kenaikan harga saham, nilainya meningkat menjadi sekitar Rp411 juta ketika harga saham mencapai Rp2.940 per lembar. Namun, keuntungan investor tidak hanya berasal dari kenaikan harga. Selama memiliki saham tersebut, investor juga memperoleh dividen yang jika diakumulasikan selama periode tersebut mencapai sekitar Rp89,5 juta bersih.

Baca Juga:Namanya Sukatani Apakah Warganya Suka Bertani? Ini Potret Sukatani Bekasi SekarangPernah Belanja di Ramayana Ciplaz Karawang? Ternyata Begini Cara Bajunya Kelihatan Murah Banget

Setelah memperhitungkan biaya transaksi dan pajak dalam simulasi, total akhirnya mencapai sekitar Rp499,52 juta. Dengan demikian, dari modal awal sekitar Rp100 juta, nilai investasi menjadi hampir lima kali lipat dalam waktu 10 tahun.

Kenapa Saham Bisa Mengalahkan Emas?

Perbedaan utama antara emas dan saham terletak pada sumber keuntungan. Emas tidak menghasilkan laba atau dividen. Investor mendapatkan keuntungan terutama dari kenaikan harga emas. Sementara itu, saham memberikan dua kemungkinan sumber keuntungan, yaitu capital gain ketika harga saham naik dan dividen yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham.

Dalam kasus ANTM, investor bukan hanya menunggu harga saham naik. Selama perusahaan menghasilkan laba dan membagikan sebagian keuntungan kepada pemegang saham, investor bisa mendapatkan pemasukan tambahan melalui dividen. Jika keuntungan tersebut dihitung bersama kenaikan harga saham, hasil akhirnya bisa jauh lebih besar.

Namun, keuntungan yang lebih tinggi juga datang bersama risiko yang lebih tinggi. Harga saham dapat bergerak naik turun secara tajam. Ada periode ketika nilai investasi bisa turun puluhan persen sebelum akhirnya kembali naik. Investor yang memilih saham harus mampu menghadapi fluktuasi tersebut dan tidak mudah mengambil keputusan hanya karena melihat harga sedang turun.

0 Komentar