Empat Bulan Tak Digaji, TKW Asal Karawang Pulang dari Arab Saudi dengan Kursi Roda

TKW Asal Karawang Pulang dari Arab Saudi dengan Kursi Roda.
Empat Bulan Tak Digaji, TKW Asal Karawang Pulang dari Arab Saudi dengan Kursi Roda. (Karawang Bekasi Ekspres)
0 Komentar

KARAWANG, KBEONLINE.ID — Kisah pilu dialami Oom Komariah, pekerja rumah tangga asal Kabupaten Karawang yang bekerja di Arab Saudi. Alih-alih mendapatkan penghasilan, perempuan kelahiran 1972 itu justru harus menjalani perawatan selama berbulan-bulan setelah mengalami kecelakaan saat bekerja.

Oom kini telah kembali ke rumahnya di Kampung Sukamulya RT 002/RW 019, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur. Kondisinya masih membutuhkan pendampingan dan kursi roda, meski kesehatan tubuhnya berangsur membaik.

Oom menceritakan, persoalan bermula ketika hak gajinya tidak dibayarkan selama hampir empat bulan. Ia mengaku sudah berulang kali meminta kepada majikannya, tetapi permintaan tersebut kerap berujung pertengkaran.

Baca Juga:Pemkab Karawang Bagikan Modul Gratis untuk SD dan SMP, Sangat Bantu Ringankan Beban Orang Tua Murid30+ Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis Lengkap Ucapan, Bisa Langsung Pakai ke Foto Profil

“Awalnya majikan tidak baik. Saya minta gaji satu bulan, dua bulan, tiga bulan. Sudah mau empat bulan saya ngomong. Kadang saya minta gaji malah marah,” kata Oom, Senin (24/8/2026).

Selain persoalan gaji, Oom mengaku ruang geraknya selama bekerja juga terbatas. Ia menyebut pintu rumah majikan kerap dikunci dan dirinya tidak memegang telepon seluler.

Kondisi tersebut membuat Oom semakin tertekan. Hingga suatu ketika terjadi pertengkaran dengan majikannya. Dalam kondisi panik, ia kemudian turun melalui tangga sambil berteriak meminta pertolongan kepada tetangga.

“Saya sengaja teriak supaya tetangga dengar. Saya bilang majikan saya tidak baik, gaji tidak dikasih dan rumah dikunci terus,” ujarnya.

Namun, saat turun tangga, Oom terjatuh. Ia bahkan mengaku sempat tidak menyadari apa yang terjadi setelah insiden tersebut.

Majikannya kemudian menghubungi pihak rumah sakit dan Oom dibawa untuk mendapatkan perawatan. Selama menjalani perawatan, Oom mengaku tidak didampingi keluarga maupun pihak perusahaan penyalur.

Ia menjalani dua kali operasi dan harus dirawat selama kurang lebih empat bulan.

Baca Juga:Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Siswa, SDN Karangpawitan I Gelar Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan IndonesiaPemberdayaan Penyandang Disabilitas, KTI Foundation-Jamkrindo Gelar Pelatihan Batik Inklusif Menyambut HBN

“Saya nangis-nangis terus. Alhamdulillah dokternya baik, langsung diproses dan diurus operasi,” katanya.

Setelah kondisinya dinilai memungkinkan, Oom kemudian dipindahkan ke tempat penampungan atau Tarhil untuk menjalani proses kepulangan ke Indonesia.

Namun, kepulangannya kembali menemui hambatan. Saat hendak diberangkatkan melalui bandara, petugas menyatakan Oom tidak dapat pulang seorang diri karena kondisi kesehatannya masih membutuhkan pendamping.

0 Komentar