Kepsek SDN Pasirsari 03 Luncurkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Sabilulungan

Kepsek SDN Pasirsari 03 Luncurkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Sabilulungan.
Ajarkan Siswa Lestarikan Alam Sejak Dini, Kepsek SDN Pasirsari 03 Luncurkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Sabilulungan. (Karawang Bekasi Ekspres)
0 Komentar

Ke tiga, tantangan evaluasi juga muncul karena mengukur perubahan karakter dan prilaku siswa tidak bisa hanya dilakukan melalui tes tertulis.

“Kami harus menciptakan instrumen evaluasi yang lebih holistik untuk menilai perkembangan sikap siswa terhadap lingkungan,” ujarnya.

Keempat tantangan replikasi muncul Karena nilai-nilai budaya yang di integrasikan kedalam pembelajaran berbasis sabilulungan memiliki karakteristik lokal yang sangat erat dengan budaya Sunda. Sehingga diperlukan pleksibilitas agar adaptif lintas budaya.

Baca Juga:Pekan Literasi Sains Karawang 2026: Guru Fisika dan IPA Pertajam Kompetensi Pembelajaran DigitalSiswa SMPS Alam Karawang Raih Medali Perunggu di Hong Kong International Math Olympiad 2026

“Sebagai kepala sekolah saya memberikan dukungan penuh dalam setiap langkah yang diambil untuk mewujudkan inovasi ini. Saya memastikan bahwa seluruh guru terlibat aktif dalam perencanaan dan pengembangan E Modul berbasis Sabilulungan melalui rapat kordinasi,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga memfasilitasi bagi guru dan tenaga pendidikan agar mereka dapat menguasai penggunaan E Modul dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

“Saya juga mengalokasikan waktu untuk melakukan pemetaan permasalahan di lingkungan sekolah. Dan mendorong keterlibatan orang tua serta masyarakat dalam setiap tahap proyek seperti penghijauan dan pengelolaan sampah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, E-Modul ini terdiri dari tiga bagian utama, yang pertama E-Modul untuk kelas 1 dan 2 dengan tema Sabilulungan dalam tari topeng bekasi yang mengajarkan nilai gotong royong melalui seni budaya lokal.

Yang ke dua E-Modul untuk kelas 3 dan 4 dengan tema Sabilulungan hijau yang mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan.

Dan yang ke tiga, E-Modul untuk kelas 5 dan 6 dengan tema Sabilulungan merawat bumi yang mengajak siswa untuk melakukan daur ulang sampah.

“E-Modul ini dirancang dengan interaktif seperti video, gambar dan aktivitas reflektif yang memungkinkan siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan proyek . Dalam setiap pengalaman belajarnya terdapat proses memahami, mengaplikasikan dan merefleksikan,” jelasnya.

Baca Juga:Sapa Warga Karangbaru, Serap Aspirasi di Tiga Dusun, Ini Calon Kepala Desanya..Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kecamatan Cikarang Selatan Gelar Sosialisasi SPM

Pelaksanaan kegiatan proyek dilaksanakan di kelas 1 hingga kelas 6 dengan melibatkan kurang lebih 200 siswa dengan durasi waktu 6 hingga 7 jam pelajaran selama 1 kali selama sepekan.

Di akhir seluruh kegiatan proyek dilaksanakan festival Sabilulungan sebagai bagian dari puncak kegiatan dalam rangka menampilkan, mengkomunikasikan dan merefleksikan hasil kegiatan proyek dari semua jenjang kelas .

0 Komentar