Menurut Sayf, aktivitas Abah Setu di media sosial semakin muncul setelah polemik mengenai nasab.
“Cuma semenjak munculnya polemik nasab, itu dia baru muncul dan baru mengekspos semua kesesatan-kesesatannya ke sosial media yang bertentangan dengan syariat-syariat Islam,” katanya.
Selain persoalan video, penggunaan nama “Setu” dalam identitas Abah Setu juga ikut dipersoalkan.
Baca Juga:Kasus Korupsi KPR PT BAS, Kejari Karawang Tahan 2 Orang Pejabat Bank di Karawang Kementerian Lingkungan Hidup Tangani Dugaan Oil Spill Cemarajaya Cibuaya, DLH Karawang Kembali Uji Sampel
Sayf mengatakan warga Setu merasa resah dengan penggunaan nama tersebut karena menurutnya Asep berdomisili di Telajung, Cikarang Barat.
“Selama ini warga kami, warga Setu, merasa resah dengan adanya pencatutan nama, nama Setu atau nama Mbah Setu. Karena dia bukan orang Setu, tapi orang Telajung,” kata Sayf.
Menurutnya, keberatan tersebut berkaitan dengan penyebutan nama wilayah Setu dalam konten-konten yang dibuat Abah Setu.
“Jadi kami mewakili orang-orang Setu merasa tersinggung dengan adanya konten-konten dia di media sosial. Karena dia menyebutkan nama daerah atau wilayah,” pungkasnya.
Sementara itu, Muhammad Basit menegaskan persoalan yang menjadi sorotan umat Islam adalah pernyataan yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, Abah Setu telah berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam.
“Dan dia sudah berjanji tidak akan mengulanginya kembali, memohon maaf kepada seluruh umat Islam, dan juga berjanji akan menutup segala aktivitas majelisnya dan konten-konten yang ia sering melakukan segala macam penyimpangan-penyimpangan,” ujar Basit.
Ia berharap surat pernyataan yang telah dibuat benar-benar dijalankan.
Baca Juga:Jelang Persija Vs Persib di SUGBK, Polres Metro Bekasi Satukan Jakmania dan VikingKenapa Desa Nagrak Disebut Kampung Wisata Lengkap? Ternyata Ini yang Tersimpan di Balik Pegunungan Ciater
“Harapan kami selaku umat Islam Kabupaten Bekasi khususnya, mudah-mudahan ini betul-betul menjadi komitmen dia dengan kami,” katanya.
Basit menegaskan, apabila kejadian serupa kembali terjadi, umat Islam akan mengambil sikap lebih tegas.
“Dan jika ada terjadi lagi suatu saat, mungkin kami akan lebih menindak lebih tegas kepada saudara Asep Setiawan atau Abah Setu,” tegasnya.
Nada lebih keras disampaikan Bang Ajel. Ia meminta aparat penegak hukum bersikap tegas terhadap konten atau tindakan yang dinilai menghina agama.
“Kalau tidak ada sikap tegas dari umat Islam dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum, kalau memang ada pembiaran, ini akan bermunculan manusia-manusia laknat seperti ini,” ujarnya.
