Gallup sebelumnya menemukan bahwa fenomena quiet quitting berkaitan dengan rendahnya keterikatan karyawan terhadap pekerjaan dan organisasi.
Persoalan tersebut dapat berhubungan dengan kejelasan ekspektasi, kesempatan berkembang, perhatian dari atasan hingga keterhubungan dengan tujuan perusahaan.
Artinya, perubahan perilaku seorang pekerja bisa menjadi tanda bahwa ada persoalan yang lebih besar di tempat kerja.
4. Burnout menjadi salah satu pemicu yang sering dibicarakan
Baca Juga:Rekomendasi 12 Mobil Hybrid Kabin Luas untuk Perjalanan Akhir Pekan, No 11 Irit BBM tapi Tetap Nyaman12 Gerakan Olahraga yang Dapat Dilakukan Sebelum Aktivitas Jumat Pagi, Cuma 10 Menit Biar Badan Nggak Kaku!
Beban pekerjaan yang terus meningkat tanpa pemulihan yang cukup dapat membuat pekerja kehilangan energi.
Pada titik tertentu, seseorang mungkin tetap datang ke kantor dan menyelesaikan tugas, tetapi tidak lagi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga ekstra.
Karena itu, quiet quitting kerap dibicarakan bersamaan dengan burnout dan kesehatan kerja.
Meski demikian, keduanya tidak bisa dianggap sebagai istilah yang sama.
5. Work-life balance semakin diperhitungkan
Pekerja generasi sekarang semakin sering membicarakan batas antara kehidupan profesional dan pribadi.
Pesan pekerjaan setelah jam kantor, rapat mendadak, lembur terus-menerus dan ekspektasi untuk selalu tersedia menjadi beberapa hal yang diperdebatkan.
Bagi sebagian pekerja, memiliki waktu setelah jam kerja bukan berarti kurang memiliki dedikasi terhadap perusahaan.
6. Tren ini juga muncul di LinkedIn Indonesia
Menariknya, pembahasan quiet quitting tidak hanya datang dari pekerja individu.
Akun profesional dan perusahaan di LinkedIn Indonesia juga ikut membicarakannya.
Salah satu unggahan dari PT Interskala Mandiri Indonesia menyebut quiet quitting sebagai bentuk disengagement ketika karyawan kehilangan rasa tujuan dan motivasi terhadap pekerjaannya.
Baca Juga:14 Rekomendasi Tempat Makan Sambal Dadak di Jatimulya Tambun Selatan dan Bekasi Timur, No 13 Ajib!Jangan Asal Download! Ini 13 Aplikasi Penghasil Uang 2026 yang Punya Cara Cuan Jelas dan Terbukti Membayar
Sementara itu, unggahan lain dari kalangan profesional Indonesia mengaitkannya dengan tuntutan kerja tinggi, minim penghargaan, serta kebutuhan terhadap keseimbangan kehidupan dan pekerjaan.
7. SCBD menjadi gambaran
SCBD memiliki konsentrasi gedung perkantoran, perusahaan, pusat bisnis dan ruang kerja profesional yang tinggi.
Pencarian lokasi kerja di kawasan tersebut juga menunjukkan keberadaan berbagai coworking space dan serviced office, termasuk GoWork di Pacific Place serta sejumlah ruang kerja lain di kawasan District 8 dan Jalan Jenderal Sudirman.
Namun, keberadaan fenomena quiet quitting di dunia kerja tidak berarti dapat digeneralisasi bahwa pekerja SCBD secara keseluruhan melakukan hal tersebut.
