Dalam Pilkades Mekarwangi 2026, Surya berhadapan dengan calon petahana Subur Rustadi. Persaingan keduanya berlangsung ketat hingga penghitungan suara selesai.
Surya memperoleh 4.107 suara, sedangkan Subur Rustadi meraih 4.015 suara. Surya akhirnya unggul dengan selisih 92 suara.
Kemenangan itu sekaligus menjadi jawaban atas keraguan yang sebelumnya dialamatkan kepadanya. Pria yang sehari-hari bergelut dengan barang bekas itu kini dipercaya warga memimpin Desa Mekarwangi.
Baca Juga:Penitia Pilkades Sukadami Cikarang Selatan Tetapkan Hasil Pleno: Pemenangnya Reza Reynaldi dengan15.544 SuaraPilkades di Desa Serang Berlangsung Aman, Irwan Handoko Raih Suara Terbanyak
Sang istri, Ratih Ratnasari (46), mengaku sempat tidak yakin ketika suaminya memutuskan maju sebagai calon kepala desa. Maklum, kondisi ekonomi keluarga mereka terbilang sederhana.
Ratih bahkan sempat mengingatkan suaminya bahwa mereka tidak memiliki modal besar untuk bertarung dalam kontestasi politik desa. Namun, Surya tetap memilih maju dan meyakini dukungan masyarakat jauh lebih penting.
“Suami saya itu pekerja keras, semangat. Kadang saya ingetin, ‘Pak, kita kan enggak punya. Modalnya enggak ada, masa mau maju terus?’ Kata suami saya, ‘Enggak apa-apa, kita maju aja terus.’ Orang-orang semangat dukung saya,” tutur Ratih.
Kehidupan keluarga Surya memang jauh dari kemewahan. Ia bersama Ratih tinggal di rumah sederhana bersama delapan anggota keluarga, termasuk ibu mertuanya. Mereka memiliki tiga anak.
Penghasilan keluarga selama ini berasal dari aktivitas memilah dan mengumpulkan barang bekas. Ratih menyebut pendapatan dari pekerjaan tersebut terkadang mencapai sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan.
Uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membayar tiga pekerja yang membantu Surya.
“Pas-pasan lah. Ibaratnya sebulan, besok buat begitu lagi. Pokoknya muter aja. Enggak ada nilai lebihnya, maksudnya tabungan atau apa, enggak. Tapi cukup, alhamdulillah,” kata Ratih.
Baca Juga:Sambut Portadnas, Kelompok Guru PJOK Cikarang Utara Gelar Workshop Olahraga Tradisional Spektakuler, HUT ke 393 Karawang Angkat Helaran Budaya 4 Era Sejarah
Dari pekerjaan tersebut pula, Surya melihat peluang untuk membantu masyarakat setelah menjalankan pemerintahan desa.
Ia berencana mengembangkan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang pekerjaan bagi warga. Gagasan itu bahkan sudah dibicarakan bersama sang istri.
“Suami saya sudah biasa mengelola sampah. Kalau nanti ada buangan sampah dari pabrik, kita tampung, kita kelola untuk masyarakat yang bekerja. Kita ingin bikin gudang besar, mengelola, akhirnya ada nominal buat masyarakat bekerja,” ujar Ratih.
