Di Bogor Ada Kampung Film, FTV dan Sinetron? Ternyata Ada di Tengah Kebun Teh Gunung Mas Puncak

Kawasan Agrowisata Gunung Mas Puncak
Kawasan Agrowisata Gunung Mas Puncak, wisatawan juga bisa menemukan permukiman masyarakat yang dikenal sebagai Kampung Batik, berada di tengah lingkungan perkebunan dengan suasana hijau khas Puncak.
0 Komentar

Indonesia Travel juga mencatat Kampung Batik sebagai salah satu aktivitas wisata di Desa Wisata Tugu Selatan. Pengunjung bahkan dapat mengikuti aktivitas membatik, sementara masyarakat setempat menjual kain batik dengan motif yang terinspirasi dari lingkungan sekitar, termasuk teh dan sawit.

Karena suasananya memiliki lanskap pedesaan, rumah warga dan perkebunan teh yang cukup khas, kawasan seperti ini memang memiliki daya tarik visual untuk kegiatan produksi gambar. Namun, klaim bahwa lokasi tersebut merupakan “kampung film, FTV dan sinetron” sebaiknya tidak digeneralisasi tanpa menyebut judul produksi yang benar-benar pernah melakukan pengambilan gambar di sana.

Tea Bridge Jadi Salah Satu Spot Favorit

Pengunjung juga bisa menikmati Tea Bridge yang berada di tengah hamparan perkebunan teh. Jembatan kayu ini menjadi salah satu spot untuk menikmati pemandangan sekaligus mengambil foto dengan latar tanaman teh.

Baca Juga:Resmikan Pembangunan Agroeduhub, Unsika Gelar Groundbreaking Gedung Amphitheatre dan HortikulturaKapan Musim Hujan akan Datang? BMKG Ungkap Prediksi Awal Musim Hujan Bulan November-Desember 2026 

Untuk tiket Tea Bridge, sejumlah sumber wisata mencantumkan tarif sekitar Rp10.000 per orang. Ada pula sumber yang mencantumkan harga berbeda sehingga tarif sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada pengelola ketika datang.

Selain Tea Bridge, pengunjung dapat melakukan tea walk dengan beberapa pilihan rute. Informasi Indonesia Travel menyebut terdapat rute sekitar 6 kilometer, 8 kilometer dan 10 kilometer, dengan rombongan yang melakukan tea walk didampingi pemandu.

Berkuda Mulai Puluhan Ribu Rupiah

Bagi yang ingin menikmati perkebunan dengan cara berbeda, aktivitas berkuda menjadi salah satu pilihan. Pengunjung dapat berkeliling kawasan perkebunan menggunakan kuda dengan pendamping.

Tarif berkuda berbeda berdasarkan rute dan durasi. Sejumlah sumber mencantumkan harga mulai sekitar Rp50.000 hingga Rp60.000, sedangkan rute atau durasi tertentu dapat memiliki tarif lebih tinggi. Karena sistem tarifnya tidak selalu sama, harga terbaru perlu ditanyakan langsung di lokasi.

ATV Terbaru Mulai Rp300 Ribu per Unit

Buat pengunjung yang ingin memacu adrenalin, ATV menjadi salah satu pilihan yang bisa dicoba di tengah perkebunan teh. Informasi terbaru pada Agustus 2026 menyebut Agrowisata Gunung Mas menawarkan ATV 200 cc dengan tarif mulai Rp300.000 per unit.

Satu unit ATV dapat digunakan oleh dua orang. Rutenya berada di sekitar kawasan agrowisata dengan jarak sekitar 3 sampai 4 kilometer dan waktu perjalanan sekitar 30 sampai 45 menit. Jalurnya melewati kawasan perkebunan teh sehingga pengalaman berkendara tidak hanya menawarkan tantangan, tetapi juga pemandangan alam Puncak.

0 Komentar