HRD perlu mengetahui siapa pengirim dokumen tersebut sebelum membuka lampiran.
5. Gunakan Salam yang Sopan
Awali pesan dengan salam yang sesuai.
Contohnya, “Selamat pagi, Bapak/Ibu” atau salam lain yang sesuai dengan konteks komunikasi.
Hindari pembukaan seperti “P”, “Permisi kak”, “Min”, atau langsung bertanya “Ada loker?” tanpa memperkenalkan diri.
Kesan pertama dalam komunikasi singkat tetap penting.
6. Perkenalkan Diri Secara Singkat
Tidak perlu menulis biodata panjang melalui WhatsApp.
Cukup sebutkan nama, latar belakang singkat jika relevan dan posisi yang ingin dilamar.
Baca Juga:Daftar 14 Cara Menjaga Pola Tidur agar Lebih Teratur, Nomor 13 Sering DisepelekanDaftar 14 Cara Membuat Daftar Pustaka dengan Mudah, Nomor 5 Sering Bikin Salah
Contohnya, kandidat dapat menjelaskan bahwa dirinya tertarik melamar posisi Content Writer yang sedang dibuka perusahaan.
7. Sebutkan Posisi yang Dilamar
Jangan membuat HRD menebak-nebak tujuan pesan.
Sampaikan posisi yang dituju secara jelas. Hal ini semakin penting jika perusahaan sedang membuka beberapa lowongan sekaligus.
Dengan begitu, perekrut dapat langsung memahami konteks lamaran yang dikirim.
8. Gunakan Bahasa yang Profesional
WhatsApp memang bersifat lebih santai dibandingkan surat resmi. Namun, komunikasi dengan HRD tetap harus menggunakan bahasa yang sopan.
Hindari terlalu banyak singkatan seperti “yg”, “klo”, “gak”, “bgt” atau bahasa slang yang biasa digunakan bersama teman.
Tidak perlu terlalu kaku, tetapi pastikan pesan mudah dibaca dan menunjukkan sikap profesional.
9. Jangan Mengirim Pesan Bertubi-tubi
Jika HRD belum membalas, jangan langsung mengirim banyak pesan susulan.
Pesan seperti “Pagi kak”, “Sudah dibaca?”, “Kak?”, “Halo?” secara beruntun justru dapat mengganggu.
Berikan waktu kepada perekrut untuk membaca dan memproses pesan yang masuk.
10. Kirim CV dengan Format yang Tepat
Baca Juga:Mau Lamaran Dilirik HRD? Ini 14 Cara Melamar Kerja Lewat Email yang Benar dan ProfesionalDaftar 13 Cara Membersihkan Kaca agar Tidak Berbekas, Nomor 5 Sering Bikin Makin Belang
CV sebaiknya dikirim dalam format yang umum dan mudah dibuka, seperti PDF, kecuali perusahaan memberikan ketentuan berbeda.
Sebelum mengirim, pastikan file dapat dibuka dan isinya tidak berantakan.
Nama file juga sebaiknya dibuat jelas, misalnya CV_Nama_Posisi.pdf, bukan nama file acak seperti “CVbaru_fix_final_banget.pdf”.
