Usia 80 Tahun, Mak Anah Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Mak Anah Wujudkan Impian ke Tanah Suci.
Usia 80 Tahun, Mak Anah Wujudkan Impian ke Tanah Suci. --KBEONLINE.ID
0 Komentar

KARAWANG, KBEONLINE.ID — Pemberangkatan perdana jemaah haji asal Kabupaten Karawang yang tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Pondok Gede berlangsung khidmat di Islamic Center Karawang, Jumat, 24 April 2026. Sejak pagi, ratusan jemaah bersama keluarga telah memadati lokasi untuk mengantar keberangkatan menuju Tanah Suci.

Suasana haru tak terelakkan. Doa-doa dipanjatkan, sementara pelukan hangat dan air mata menjadi bagian dari momen perpisahan yang sarat makna tersebut.

Di tengah kerumunan jemaah, sosok Mak Anah (80), warga Kecamatan Pedes, menjadi perhatian. Dengan usia yang tak lagi muda dan kondisi fisik yang terbatas, ia tetap berangkat dengan semangat yang tak surut.

Baca Juga:Update Harga Emas Antam Hari Ini: Stagnan di Level Rp 2.805.000 Juta Per GramKontraktor Tahap II Stadion Singaperbangsa Diduga Kabur, Pekerja & Warung Tertinggal dalam Utang Ratusan Juta

Sekitar dua dekade lalu, Mak Anah mengalami benturan pada kakinya yang membuatnya tidak dapat berjalan normal. Sejak saat itu, ia harus mengandalkan bantuan untuk beraktivitas, termasuk saat bepergian.

Kendati demikian, keterbatasan tersebut tidak mematahkan niatnya untuk menunaikan ibadah haji. Ia tetap menyimpan harapan dan keyakinan bahwa suatu hari akan berangkat ke Tanah Suci.

“Dari dulu saya memang punya keinginan kuat untuk naik haji, walaupun kondisi kaki saya sudah tidak seperti dulu,” ungkap Mak Anah.

Tiga belas tahun lalu, ia mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Penantian panjang itu akhirnya terjawab pada tahun ini, saat namanya masuk dalam daftar keberangkatan Kloter 4.

Dengan menggunakan kursi roda, Mak Anah menjalani seluruh rangkaian proses pemberangkatan. Wajahnya tampak tenang, sesekali tersenyum kepada keluarga yang setia mendampingi.

“Saya sudah menunggu lama sekali. Alhamdulillah sekarang bisa berangkat, rasanya senang dan terharu,” tuturnya lirih.

Perjuangan Mak Anah menjadi gambaran kuat tentang keteguhan hati dalam menjalankan ibadah. Usia dan keterbatasan fisik tak menjadi alasan untuk menyerah.

Baca Juga:BBM Langka, TPA Burangkeng LumpuhRekomendasi Tablet Realme Pad Terbaik 2026, Layar Lega Harga Terjangkau, Cocok buat Gaming dan Harian

Kisahnya pun menginspirasi banyak jemaah lain yang turut berangkat pada hari itu. Semangatnya menjadi pengingat bahwa panggilan ke Tanah Suci adalah tentang kesabaran dan keikhlasan.

“Saya mohon doa dari semua supaya diberi kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji,” kata Mak Anah penuh harap. (Siska)

0 Komentar