KBEoline.id — Meski musim kemrau banjir kembali merendam Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, pada Senin (4/5) malam.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang disertai kiriman air dari hulu Sungai Cibeet, sehingga debit air meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga, terutama di Dusun Pangasinan dan Dusun Kampek.
Petugas Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Kaming, mengatakan bahwa tingginya curah hujan sejak malam hari, ditambah kiriman air dari hulu Sungai Cibeet, menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
Baca Juga:Harga-harga Terus Naik, Pasar Johar Diusulkan Jadi Model Pengendali Inflasi, Meski Masih Nunggak RetribusiSampah Burangkeng Mau Diolah Jadi Bahan Bakar Pabrik, Plt Bupati dan DPRD Sudah Setuju Kerjasama dengan Swasta
“Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi pada Senin malam, ditambah kiriman air dari hulu Sungai Cibeet, sehingga merendam ratusan rumah warga dan terus meningkat hingga pagi hari,” ujarnya, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam beberapa jam, debit air terus meningkat dan meluas ke berbagai titik hingga pagi hari.
Ketinggian air bervariasi, bahkan di titik terdalam mencapai sekitar dua meter. Kondisi ini menyulitkan aktivitas warga dan memaksa dilakukannya evakuasi secara cepat.
“Air masuk sejak dini hari dan terus naik hingga pagi, bahkan di beberapa titik ketinggiannya mencapai dua meter,” ungkapnya.
Petugas BPBD Karawang bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga.
Warga yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke sejumlah titik pengungsian, seperti kantor desa, masjid, dan mushola di sekitar wilayah terdampak.
Berdasarkan data sementara, Kaming menyebut sebanyak 372 rumah terdampak banjir yang dihuni oleh 1.450 jiwa atau 491 kepala keluarga.
Baca Juga:Cibuaya Berkibar, Bupati Aep Tetapkan Desa Pajaten Jadi Lokasi Fokus P2WKSS 202642 Tahun Menumpang di Tanah Wakaf, SDN Adiarsa Timur I Desak Pemda Segera Relokasi Bangunan
Di antara jumlah tersebut, terdapat 56 balita yang turut terdampak dan memerlukan perhatian khusus selama proses penanganan.
“Di antara warga terdampak, terdapat 56 balita yang membutuhkan perhatian khusus di pengungsian,” kata Kaming.
Kaming juga mengatakan bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan debit air dan berharap kondisi cuaca segera membaik agar genangan cepat surut dan warga dapat kembali ke rumah dengan aman.
