Begini Bahayanya Perlintasan Liar Kereta Ampera di Bekasi Timur

perlintasan liar
Perlintasan liar kereta di Jalan Ampera Bekasi Timur.
0 Komentar

“Itu kan ada videonya, kebetulan yang videoin anak-anak. Tapi logikanya enggak mungkin videoin tapi enggak bantuin dorong. Itu sudah coba didorong tapi susah, ngerem begitu, ngunci sampai jadinya ditabrak KRL,” ucap dia.

Diakui Awang, perlintasan sebidang liar kini tengah disorot. Bahkan sorotan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, kata dia, sorotan itu harusnya bisa dilihat dari banyak sisi.

Dibanding ditutup, lebih baik diubah menjadi perlintasan resmi dengan memasang pintu yang sesuai standar keselamatan.

Baca Juga:DPKPP Awasi Hewan Kurban di Karawang, Waspada Antraks, Penyakit Mulut dan Kuku dan Lumpy Skin Disease6 Tempat Hiburan Malam di Karawang Disidak, Kaze Cafe, No Name, dan D’Sultan Reborn Belum Berizin Minol

“Ya bagaimana kalau misalkan ini saja anak-anak dikaryakan. Diajarin bagaimana mestinya. Selama ini juga memang kami sama KAI jalan sendiri-sendiri. Tapi kalau ditutup juga, kasihan warga yang sering lewat, jalurnya jadi jauh, kudu muter. Ya pengennya liatnya dari beberapa sisi, begitu,” ucap dia.

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi, persoalan perlintasan sebidang terjadi di banyak tempat, terutama di wilayah padat penduduk.

Menurut dia, seharusnya seluruh pintu perlintasan harus diberi penjagaan baik itu yang resmi maupun tidak. Pasalnya perlintasan itu sudah menjadi jalur yang dibutuhkan masyarakat untuk melintas.

“Nah sekarang ini seluruh pintu lintasan baik resmi maupun tidak resmi ya harus segera ada pengamannya. Kalau enggak, peristiwa seperti ini akan terus terjadi…Karena kan dulu lintasan-lintasan resmi, kemudian orang bangun perumahan, banyak orang, bikin jalan. Nah rata-rata kan ada yang dijaga oleh orang, ada yang tidak dijaga. Dan itu nyebar banget di seluruh daerah,” ucap dia.

Dedi mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang akan menuntaskan persoalan perlintasan sebidang ilegal. Bahkan anggaran Rp 4 triliun disiapkan untuk menuntaskan masalah diklaim telah muncul sejak puluhan tahun itu.

Sedangkan rencana pembangunan jalan layang terintegrasi di Bulakkapal Bekasi, Dedi menyebut sedangkan dalam perbaikan perencanaan.

“Flyover kan Pak Presiden sudah akan menurunkan Rp4 Triliun kan kemarin untuk seluruh wilayah. Satu pintu lintasan, yang kedua flyover untuk Bekasi. Tetapi kalau untuk yang awalnya nanti kami tinggal integrasikan. Alokasinya sudah ada di Pemprov dan sekarang tuh lagi perbaikan DED (Detailed Engineering Design),” ucap dia.

0 Komentar