Mahasiswa Cipayung Plus Dibungkam, Pemkab Bekasi Siapkan Kursi Strategis

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja bertemu dengan tokoh Cipayung Plus di Hotel Swisbelin, Cikarang Utara
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja bertemu dengan tokoh Cipayung Plus di Hotel Swisbelin, Cikarang Utara, Rabu (6/5) kemarin.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Aksi demonstrasi berbagai gabungan mahasiswa Cipayung Plus Kabupaten Bekasi bertajuk ‘BenahinBekasi’ beberapa waktu lalu disinyalir berujung kompromi dengan pemerintah daerah setempat.

Kini, pasca aksi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengisyaratkan akan membuka ruang dan memberikan kursi untuk keterlibatan mahasiswa dalam forum strategis daerah tersebut.

Asep mengaku telah bertemu dengan sejumlah masing-masing ketua organisasi Cipayung Plus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bekasi.

Baca Juga:Begini Cara Menjadi Rajin ala Orang China : Ternyata Bukan Sekedar Kerja KerasSingkirkan Bayern Munchen! Saatnya Ucapkan Selamat : PSG di Ambang Back to Back Liga Champions

Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel Swisbelin, Cikarang Utara, Rabu (6/5) kemarin, dimana mereka membahas rencana pembentukan Satuan Tugas Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Forum Corporate Social Responsibility (CSR).

“Mahasiswa nanti akan dilibatkan bersama akademisi, ormas, LSM, media dan tokoh masyarakat,” kata Asep Surya Atmaja ketika dikonfirmasi Cikarang Ekspres, Kamis (7/5).

Menurut dia, pemerintah daerah membutuhkan masukan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan pembangunan di Kabupaten Bekasi, termasuk optimalisasi dana CSR perusahaan dan peningkatan PAD.

Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin (11/5) mendatang. Dalam forum itu, mahasiswa diminta menyiapkan ide dan kajian yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah.

“Akademisi punya kajian, mahasiswa punya gagasan, ormas dan tokoh masyarakat juga akan dilibatkan,” ujarnya.

Langkah Pemkab Bekasi tersebut dinilai sebagai sinyal meredam ketegangan pasca aksi demonstrasi yang dilakukan kelompok Cipayung Plus beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, keterlibatan unsur mahasiswa dalam forum bentukan pemerintah juga memunculkan anggapan adanya “kursi” yang mulai disiapkan untuk kelompok eksternal dalam proses pengambilan kebijakan daerah.

Baca Juga:Tidak Tayang di TV Nasional? Begini Cara Nonton Gratis Laga Semifinal Liga Champions Bayern vs PSGDisdik Kabupaten Bekasi Mulai Sosialisasi SPMB SD 2026, Orang Tua Wajib Simak Aturannya!

Meski demikian, Asep menegaskan pelibatan berbagai unsur itu dilakukan untuk membangun kerja kolektif dalam pemerintahan. “Hari ini Plt Bupati bukan superman, tapi super team,” bebernya.

Gerakan Mahasiswa Krisis Independensi

Menanggapi hal itu, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK), Hamluddin menilai gerakan mahasiswa saat ini tengah menghadapi krisis independensi.

“Gerakan mahasiswa saat ini memang menuai banyak kritik karena cenderung pragmatis,” kata Hamluddin.

0 Komentar