Begini Kondisi Perlintasan Liar Ampera yang Jadi Awal Tragedi KRL di Bekasi

Perlintasan Liar Ampera yang Jadi Awal Tragedi KRL di Bekasi
Perlintasan Liar Ampera yang Jadi Awal Tragedi KRL di Bekasi
0 Komentar

“Sesuai arahan dari bapak presiden kami langsung menangani ini bersama PT KAI. Karena nantinya pemeliharaan sarana dan prasarana sendiri akan dialihkan ke PT KAI. Namun kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait perlintasan sebidang ini,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan penertiban yang ketat terhadap perlintasan sebidang. Namun peran serta masyarakat diperlukan akan penertiban benar-benar efektif. Bobby mengingatkan masyarakat agar tidak membuka perlintasan baru.

“Perlintasan sebidang Ini kami dengan Dirjen Kereta Api melakukan penertiban yang sangat ketat sekali. Tapi tentunya kami mengharapkan dukungan dari masyarakat juga dalam dua hal. Pertama, tidak membuat perlintasan liar lagi, sekali lagi, tidak membuat perlintasan liar lagi. Ketika membuat perlintasan liar dapat menghalangi visibilitas dari masinis kami,” kata dia.

Baca Juga:Buruh di Bekasi Diduga Konsumsi Tramadol dan Eximer Demi Kuat KerjaMahasiswa Cipayung Plus Dibungkam, Pemkab Bekasi Siapkan Kursi Strategis

Kedua, memenuhi peraturan keselamatan. Bobby menegaskan, perlintasan resmi tidak hanya didirikan dengan portal mekanik. Terdapat sensor yang dapat menangkap pergerakan kereta. “Sehingga mohon dipatuhi karena ini untuk keselamatan,” kata dia.

Sesuai arahan presiden, kata Bobby, pihaknya akan mulai menindaklanjuti 1.800 titik perlintasan sebidang yang perlu penataan. Poin utama yang dilakukan yakni memastikan seluruh aspek keselamatannya dapat terpenuhi.

“Kami sudah mendapatkan arahan dengan Pak Menteri dari presiden langsung tentang 1.800 perlintasan yang kami identifikasi jenisnya seperti ini. Akan kami lakukan pemenuhan syarat-syarat dari keselamatan, baik dalam memasang fly over maupun palang pintu yang bersistem. Untuk keselamatan tidak ada toleransi tidak ada kompromi, kita sudah lihat sedikit saja aspek keselamatan terganggu sedemikian banyak korban yang berjatuhan,” kata dia.

Bobby menyatakan pembenahan akan dilakukan pada perlintasan sebidang, baik resmi maupun liar. Jika unsur keselamatan tidak dapat dipenuhi, perlintasan bakal ditutup.

“Sesuai dengan arahan presiden hari ini kami jalan untuk membenahi dan melakukan aksi-aksi yang sangat penting untuk menangani perlintasan yang resmi atau yang terdaftar tidak ada peralatannya tidak ada penjaganya, kami akan lakukan peningkatan atau peningkatan persyaratan dan SDMnya. Kemudian yang perlintasan liar kami juga akan lakukan aksi, selama tidak memenuhi syarat keselamatan dan membahayakan jiwa maka kami akan tutup,” tandasnya. (Iky)

0 Komentar