Tertipu Janji Gaji Tinggi di OKI, Bupati Aep Sambut Kepulangan Delapan Warga Karawang 

bupati aep
Bupati Aep sambut kepulangan 8 Warga Karawang dari OKI.
0 Komentar

Salah satu korban, Dede Erwin (45), menceritakan betapa pahitnya pengalaman selama 16 hari berada di tengah hutan tebu. Ia mengaku hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp40.000 hingga Rp60.000 per hari. Ironisnya, biaya makan dan kebutuhan lainnya harus mereka tanggung sendiri dengan harga yang mencekik, sehingga para pekerja justru terjerat utang ke warung setempat.

“Jadi saya di sana bukannya membawa uang, malah nombok ke warung bayar utang. Makan dan kopi saja sehari bisa habis 60 ribu, belum rokok. Pendapatan cuma 40 sampai 60 ribu, jadi tidak sisa sama sekali,” ujar Dede

Kondisi fasilitas hidup di lokasi kerja pun sangat memprihatinkan dan tidak manusiawi. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, para pekerja terpaksa menggunakan air parit yang berwarna kuning kecokelatan. Sementara untuk kebutuhan minum, mereka hanya mengandalkan air hujan yang ditampung secara manual karena tidak adanya akses air bersih yang layak.

Baca Juga:GEBRAKAN Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karawang: Gencarkan Literasi 'Si Kancil' dan Spot BacaRun for the Future, Sharp Indonesia Ajak Masyarakat Berlari untuk Masa Depan yang Lebih Sehat dan Lebih Baik

Kini, kedelapan warga Rengasdengklok tersebut telah berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau proses transisi pekerjaan mereka dan mengimbau kepada seluruh perangkat desa hingga tingkat RT/RW untuk lebih proaktif mengawasi perekrutan tenaga kerja ilegal yang menyasar warga kelas menengah ke bawah.(aufa)

0 Komentar