Kejar Target Pusat 80 Persen, DLH Karawang Gencar Dorong Sekolah Adiwiyata di Tahun 2026

Sekolah Adiwiyata Karawang
Sekolah Adiwiyata Karawang
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang tengah gencar melakukan akselerasi program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) atau yang dikenal sebagai Program Adiwiyata. Langkah masif ini diambil guna mengejar target ambisius dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang menginstruksikan agar setiap kabupaten/kota di Indonesia mampu mencakup minimal 80 persen sekolah berbasis lingkungan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penaatan Peraturan Lingkungan DLH Karawang, Lucky Mandra Dwi Putra, mengungkapkan bahwa total sekolah di Kabupaten Karawang yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA saat ini mencapai kisaran 1.500 sekolah.

Berdasarkan amanah kementerian serta komitmen Bupati Karawang, 80 persen dari total tersebut atau sekitar 1.200 sekolah ditargetkan harus berstatus Sekolah Adiwiyata secara bertahap.

Baca Juga:Satgas Citarum Harum Soroti Limbah Industri di Karawang Perusahaan Bandel Terancam SanksiWarga Desa Pasirtanjung Diciduk Polisi Usai Gondol HP di Kontrakan Cikarang

“Ada amanah dari kementerian itu, jadi setiap Kabupaten/Kota se-Indonesia itu harus mencapai target 80% yang ikut serta dalam Sekolah Adiwiyata. Target kita tuh harus tercapai 80% secara bertahap. Saya pengen itu cepat tercapai, jadi pengen sebanyak-banyaknya justru. Harapannya tidak menunggu waktu yang lama,” ujar Lucky, Kamis (21/5).

Hingga memasuki pertengahan tahun 2026 ini, Lucky mengakui bahwa realisasi Sekolah Adiwiyata di Karawang baru menyentuh angka sekitar 10 persen. Kendati demikian, pihak DLH optimis target besar tersebut dapat diraih berkat adanya pembaruan regulasi dan integrasi teknologi. Salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi SiDIA dari kementerian yang dirancang untuk mempermudah sistem monitoring dan penilaian administrasi sekolah.

Senada dengan hal itu, Kader Adiwiyata DLH Kabupaten Karawang, Usep Saepul Mikdar, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini terjadi lonjakan partisipasi sekolah yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kuota penilaian mandiri di tingkat lokal saja, DLH Karawang mencatat ada puluhan sekolah yang kini sedang masuk dalam proses pembinaan intensif demi menaikkan status mereka.

“Tahun sekarang ini memang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, mungkin karena ada imbauan dari Bupati. Untuk tahun 2026 ini, yang mengajukan ke tingkat nasional ada kurang lebih 15 sampai 16 sekolah. Lalu yang ke tingkat provinsi ada sekitar 30 sekolah, dan untuk tingkat kabupaten sendiri ada 30 sekolah,” papar Usep.

0 Komentar