Hingga kini, kawasan tersebut terus berkembang menjadi salah satu tujuan wisata religi terbesar di Karawang. Tidak hanya warga Jawa Barat, peziarah juga datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Sumur Kahuripan yang Tak Pernah Sepi
Salah satu peninggalan yang paling banyak dikunjungi adalah Sumur Kahuripan atau Sumur Sepuh. Sumur ini diyakini telah berusia ratusan tahun dan dikaitkan dengan aktivitas dakwah Syekh Quro.
Air sumur tersebut masih digunakan oleh para peziarah untuk berwudu maupun membasuh diri sebelum berdoa di area makam. Bagi sebagian masyarakat, air tersebut menjadi simbol keberkahan yang diwariskan oleh para ulama terdahulu.
Baca Juga:Menolak Miliaran Demi Masa Depan Anak Cucu, Begini Perjuangan Warga Menjaga Mata Air Sirahna di GarutBanyak yang Belum Tahu! Di Subang Ada Tempat Wisata yang Mirip Banget Ubud Bali dan Tiketnya Hanya Goceng
Selain Sumur Kahuripan, terdapat pula situs Batu Quran yang dipercaya sebagai penanda lokasi penyimpanan kitab suci peninggalan Syekh Quro. Di lokasi ini peziarah biasanya memanjatkan doa dan membaca Al-Qur’an.
Misteri Pohon Khuldi dan Pohon Gorowong
Kompleks Syekh Quro juga menyimpan berbagai kisah unik yang terus hidup di tengah masyarakat. Salah satunya adalah keberadaan Pohon Khuldi yang dianggap memiliki keistimewaan tersendiri.
Warga sekitar meyakini pohon tersebut hanya tumbuh di kawasan makam dan memiliki siklus buah yang tidak biasa. Buahnya dipercaya membutuhkan waktu sangat lama hingga benar-benar matang.
Tak jauh dari sana berdiri Pohon Gorowong, pohon tua berukuran besar yang memiliki rongga di bagian batangnya. Dalam cerita masyarakat setempat, tempat itu dahulu digunakan Syekh Quro untuk bertafakur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keramat Air Gentong dan Makam Murid Utama
Situs lain yang tak kalah menarik adalah Keramat Air Gentong. Sumber mata air ini dipercaya sebagai tempat bersuci yang dahulu digunakan Syekh Quro.
Yang membuat banyak peziarah penasaran adalah rasa airnya yang disebut tetap segar dan cenderung manis meski berada di wilayah yang tidak terlalu jauh dari kawasan pesisir utara Karawang.
Di sekitar lokasi tersebut terdapat makam Syekh Darugem, salah satu murid utama Syekh Quro yang ikut berperan dalam penyebaran Islam di wilayah Karawang dan sekitarnya.
