Mengapa Makam Syekh Quro Pulobata Lemahabang Selalu Dipadati Peziarah? Ini Sejarah Lengkapnya

Komplek Makam Syekh Quro Pulobata Lemahabang
Komplek Makam Syekh Quro Pulobata Lemahabang
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri Karawang, tersimpan sebuah situs sejarah dan religi yang hingga kini terus ramai diziarahi masyarakat dari berbagai daerah. Tempat tersebut adalah kompleks makam Syekh Quro yang berada di Pulobata, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bagi masyarakat Sunda, nama Syekh Quro bukanlah sosok biasa. Ia dikenal sebagai salah satu ulama penyebar Islam paling awal di Tatar Pasundan, bahkan jauh sebelum masa para Wali Songo. Sosok yang memiliki nama asli Syekh Hasanuddin ini diyakini datang dari Timur Tengah dan mendarat di pesisir utara Karawang untuk menjalankan misi dakwah Islam.

Menurut berbagai cerita yang berkembang di masyarakat, Syekh Quro kemudian mendirikan pesantren di kawasan Pulobata. Dari tempat inilah syiar Islam mulai menyebar ke berbagai wilayah Sunda. Keberadaan pesantren tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan Islam tertua yang pernah berdiri di Jawa Barat.

Baca Juga:Menolak Miliaran Demi Masa Depan Anak Cucu, Begini Perjuangan Warga Menjaga Mata Air Sirahna di GarutBanyak yang Belum Tahu! Di Subang Ada Tempat Wisata yang Mirip Banget Ubud Bali dan Tiketnya Hanya Goceng

Guru Nyimas Subang Larang

Nama Syekh Quro semakin dikenal karena hubungannya dengan tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Sunda, yakni Nyimas Subang Larang. Dalam tradisi lisan masyarakat, Nyimas Subang Larang disebut sebagai murid kesayangan Syekh Quro yang menimba ilmu agama di pesantren Pulobata.

Kisah inilah yang kemudian dikaitkan dengan pertemuan antara Nyimas Subang Larang dan Prabu Siliwangi. Diceritakan bahwa sang raja tertarik setelah mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Nyimas Subang Larang. Pertemuan tersebut berujung pada pernikahan yang menurut sejumlah riwayat dilakukan menggunakan tata cara Islam.

Dari pernikahan itu lahir tokoh-tokoh besar yang kemudian memiliki pengaruh penting dalam penyebaran Islam di tanah Sunda, yakni Raden Walangsungsang, Rara Santang, dan Kian Santang.

Makam yang Ditemukan Kembali Lebih dari Seabad Lalu

Kompleks makam Syekh Quro yang ada saat ini disebut pertama kali ditemukan kembali oleh seorang tokoh bernama Raden Surmarja sekitar satu abad lalu. Saat ditemukan, lokasi makam berada di atas tumpukan bata kuno yang kemudian melahirkan nama Pulobata.

Makam Raden Surmarja beserta istrinya bahkan masih dapat ditemukan sebelum memasuki area utama kompleks makam. Banyak peziarah yang terlebih dahulu berziarah ke makam sang penemu sebelum menuju makam Syekh Quro.

0 Komentar