Panca Cinta: Mewujudkan Cinta Lingkungan di Tengah Fenomena Sampah

Dosen Institut Agama Islam Rakeyan Santang (IRAKS), Nasem, M. Pd
Dosen Institut Agama Islam Rakeyan Santang (IRAKS), Nasem, M. Pd
0 Komentar

PANCA CINTA merupakan nilai karakter yang menanamkan lima bentuk kecintaan dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah cinta terhadap lingkungan. Cinta lingkungan berarti memiliki kesadaran untuk menjaga, merawat, melestarikan, dan memanfaatkan alam dengan penuh tanggung jawab. Sikap ini sangat penting diterapkan pada masa sekarang, terutama ketika hampir setiap wilayah menghadapi permasalahan sampah yang semakin memprihatinkan.

‎‎Fenomena sampah menjadi masalah nyata di berbagai daerah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Jalanan, sungai, pasar, saluran air, bahkan lingkungan Lembaga pendidikan sering dipenuhi tumpukan sampah. Sampah plastik menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan karena sulit terurai dan penggunaannya sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat, serta minimnya pengelolaan sampah yang baik menjadi penyebab utama masalah ini terus terjadi.

‎‎Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2025, Indonesia menghasilkan sekitar 56,6 juta ton sampah per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 39,01% berasal dari sampah rumah tangga. Data ini menunjukkan bahwa masalah sampah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga:Kekeringan Mengancam Ribuan Hektare Sawah di Lima Kecamatan Kabupaten BekasiSMPN 01 Cikarang Pusat Ajarkan Murid Menjaga Ekosistem Tumbuhan Sajak Dini 

‎‎Selain itu, masih banyak sampah yang belum terkelola dengan baik. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sekitar 35% sampah di Indonesia belum tertangani secara optimal sehingga berpotensi mencemari lingkungan.

‎‎Fenomena ini bukan hanya di Masyarakat, tetapi juga terlihat di kalangan anak-anak dan remaja. Peserta didik merupakan generasi yang sangat dekat dengan budaya konsumtif, terutama penggunaan makanan dan minuman instan yang menghasilkan banyak sampah plastik.

‎‎Masih banyak siswa yang membuang bungkus makanan dan botol plastik sembarangan di sekolah/madrasah maupun tempat umum. Kebiasaan tersebut biasanya muncul karena kurangnya pendidikan lingkungan sejak dini serta kurangnya keteladanan dari orang dewasa. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat agar peserta didik memiliki kesadaran dan kebiasaan peduli lingkungan.

‎‎Permasalahan sampah ini menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Dan menjadi perhatian di Kementerian Agama, yang akhirnya meluncurkan kurikulum berbasis cinta yang di dalamnya mengenalkan Panca Cinta di lingkungan madrasah.

0 Komentar