Kepala Perwakilan Kemendukbangga Jabar, Dadi Roswandi, menjelaskan bahwa Harganas tahun ini mengusung tema yang sangat kuat dan menyentuh ranah domestik, yaitu “Ayah Wajib Hadir”. Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya peran serta figur ayah dalam pengasuhan anak secara langsung, bukan sekadar berperan sebagai pencari nafkah utama.
“Tema Harganas sekarang adalah ‘Ayah Wajib Hadir’. Bentuk konkretnya, ayah wajib hadir ketika mengambil rapor anak sekolah atau menemani anak saat pertama kali masuk sekolah di tahun ajaran baru,” jelas Dadi Roswandi.
Selain menyuarakan kampanye pengasuhan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial nyata berupa pemanfaatan dana donasi yang terkumpul dari acara charity. Uang tunai beserta bantuan nutrisi langsung disalurkan kepada sejumlah keluarga berisiko stunting di wilayah Karawang. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis serta pemeriksaan kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat umum di sekitar sekolah.
Baca Juga:Laut Tarumajaya Diduga Tercemar Limbah, Nelayan Beralih Jadi Buruh hingga PemulungMasuk Musim Kemarau Ribuan Warga Cibarusah dan Serang Baru Kesulitan Air Bersih
Sementara itu, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat, Dr. Nurizky, P.M.H., menegaskan bahwa BKKBN mengintervensi pencegahan stunting dari hulu, salah satunya melalui edukasi kesiapan berkeluarga kepada para remaja di tingkat sekolah. Remaja harus diarahkan untuk memiliki prinsip “siap nikah”, bukan sekadar “cepat nikah” tanpa perencanaan yang matang.
“Secara fisik, perempuan di bawah usia 21 tahun perkembangan saluran panggulnya belum maksimal, sehingga risiko persalinan macet dan kematian ibu sangat tinggi. Kami mengedukasi remaja agar merencanakan masa depan mereka demi melahirkan generasi emas yang berkualitas,” tegas Dr. Nurizky.
Nurizky juga memaparkan sejumlah program prioritas nasional yang sedang digerakkan BKKBN Pusat, mulai dari distribusi makanan bergizi gratis untuk ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD, hingga pemantauan tumbuh kembang anak lewat program Taman Asuh Sayang Anak. Selain itu, ada pula Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mengikis angka kedekatan emosional anak yang minim dengan ayah (fatherless), Gerakan Lansia Perdaya, serta Gerakan Gotong Royong Atasi Stunting (Genting).(aufa)
