KBEONLINE.ID KARAWANG — Guna memperkuat ketahanan keluarga dan menekan angka stunting serta pernikahan dini, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Karawang (SMANTIKA) menggelar kegiatan edukasi dan jalan sehat (Fun Walk & Charity). Kegiatan strategis yang melibatkan sedikitnya 800 siswa dan 500 alumni ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026.
Langkah masif ini diinisiasi bersama Komisi IX DPR RI melalui Kang H. Obon Tabroni, BKKBN Pusat, serta BKKBN Perwakilan Jawa Barat. SMAN 3 Karawang dipilih sebagai lokasi pusat kegiatan karena sekolah ini memegang predikat sebagai Sekolah Siaga Kependudukan terbaik di tingkat Provinsi Jawa Barat. Melalui momentum ini, seluruh elemen bahu-membahu mengampanyekan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Plt. Kepala DPPKB Kabupaten Karawang, Imam Bahanan, mengungkapkan bahwa saat ini angka prevalensi stunting di Kabupaten Karawang berada di angka 17,6%. Oleh karena itu, keterlibatan aktif alumni dan siswa SMANTIKA menjadi energi baru untuk memenuhi target penurunan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Baca Juga:Laut Tarumajaya Diduga Tercemar Limbah, Nelayan Beralih Jadi Buruh hingga PemulungMasuk Musim Kemarau Ribuan Warga Cibarusah dan Serang Baru Kesulitan Air Bersih
“Menjadi kewajiban DPPKB sebagai salah satu pilar Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) untuk mendukung target Bupati Karawang sampai ke angka 9%,” ujar Imam.
Imam menambahkan, DPPKB sebagai institusi penggerak terus berupaya mendorong mitra dan kader untuk mengawal Keluarga Risiko Stunting (KRS). Salah satu strategi utamanya adalah mengoptimalkan peran kader remaja, seperti Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK Remaja) dan Duta Genre. Kader-kader ini diterjunkan untuk mengedukasi rekan sejawat mengenai Triad KRR, yakni memerangi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza), seks bebas, serta pernikahan usia muda.
Pernikahan di usia muda disorot tajam karena tidak hanya berimbas pada ketidakharmonisan rumah tangga, melainkan juga menjadi hulu utama lahirnya anak-anak stunting baru. Berdasarkan data nasional, Jawa Barat masih menjadi salah satu provinsi penyumbang angka pernikahan dini yang cukup tinggi, di mana Kabupaten Karawang menduduki peringkat kelima terbesar di Jawa Barat setelah Bogor, Sukabumi, Garut, dan Cirebon.
